

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Empat partai politik di Kabupaten Sidoarjo memperkuat konsolidasi untuk memastikan arah pembangunan daerah berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini diambil guna mengawal visi dan misi kepala daerah secara maksimal.
Pertemuan strategis tersebut berlangsung di ruang rapat DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Rabu (28/10/2026). Hadir dalam agenda ini pimpinan serta perwakilan dari Partai Gerindra, Partai Golkar, PDI Perjuangan, and Partai Demokrat.
Sejumlah tokoh penting yang tampak hadir di antaranya Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo yang juga Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusdy, serta perwakilan Partai Demokrat Dedi Irwansa yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur. Rombongan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Hari Yulianto, yang juga duduk sebagai anggota Komisi E DPRD Jawa Timur.
Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Mimik Idayana, mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian safari politik untuk mempererat sinergi antarpartai pengusung pasangan Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana.
Menurut Mimik, komunikasi lintas partai sangat krusial agar program kerja pemerintah daerah mendapat dukungan penuh dalam mewujudkan kesejahteraan warga Sidoarjo.
”Konsolidasi politik ini bagian dari safari politik dengan beberapa partai pengusung Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana, dengan mengawal visi misi tersebut. Tak sampai di sini, Partai Gerindra akan melakukan safari politik ke partai lainnya juga,” kata Mimik.
Fokus Penanganan Banjir dan Isu Strategis Daerah
Senada dengan Mimik, Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menyampaikan bahwa forum ini juga dimanfaatkan untuk memetakan berbagai persoalan mendesak di tengah masyarakat. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah kesiapan mengantisipasi banjir menjelang musim hujan yang sudah di depan mata.
Selain persoalan banjir, penanganan sampah serta upaya peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat turut menjadi bahan diskusi intensif dalam konsolidasi tersebut.
Hari menegaskan, pertemuan ini murni berfokus pada penyelesaian masalah kerakyatan dan pengawasan kebijakan pemerintah, tanpa membahas isu-isu pemilu.
”Konsolidasi politik ini tidak membahas pemilu, karena undang-undang pemilu itu belum digodok oleh pusat. Maka, kita hanya fokus pada problem solving yang terjadi di Sidoarjo, seperti antisipasi banjir, sampah, serta mengawal visi misi Bupati Sidoarjo,” tegas Hari.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi, menambahkan bahwa pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan harus dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, kolaborasi dan fungsi kontrol antarpartai pendukung sangat penting guna meminimalisir kekurangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
”Jadi, kami ada di sini kemudian untuk dalam rangka melakukan kerja dan pengawasan secara bersama-sama. Karena kita saling kontrol di sini, sekalipun kami dari Partai Golkar juga pasti ada kekurangan juga,” pungkas Adam.

