

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya (RSMU) sukses menggelar rangkaian peringatan World Sight Day (WSD) 2026 yang berlangsung pada 9–24 Oktober 2026. Mengusung misi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan penglihatan, RSMU menghadirkan ragam program edukasi dan pemeriksaan mata gratis yang menjangkau mahasiswa, karyawan, komunitas, hingga pasien Prolanis.
Manager Pemasaran & Hubungan Kemitraan RSMU, Bimoadi Wicaksono, S.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendekatkan akses informasi dan layanan kesehatan mata langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai lini.
”Melalui rangkaian World Sight Day 2026, kami ingin menghadirkan edukasi kesehatan mata yang lebih dekat dengan masyarakat, baik melalui institusi pendidikan, lingkungan kerja, komunitas, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun platform digital,” ujar Bimoadi dalam siaran pers, Kamis (30/10/2026).
Rangkaian kegiatan ini dikemas secara hibrida dan kolaboratif, di antaranya melalui edukasi digital via Live TikTok yang sukses ditonton lebih dari 4.000 pasang mata, talkshow bersama Global Radio, serta program RSMU Goes to Office di Kantor Asuransi Chubb Surabaya dan RSMU Goes to Campus di Poltekbang Surabaya. Selain itu, RSMU juga aktif memberikan promosi kesehatan dan skrining awal bagi peserta Prolanis di Puskesmas Peneleh dan Klinik Nayaka.
Dari sesi pemeriksaan kesehatan mata menggunakan Auto Refracto Keratometer (ARK) dan Non-Contact Tonometry (NCT) di berbagai titik kunjungan, tim medis menemukan sejumlah kasus yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Di Poltekbang Surabaya, misalnya, ditemukan mahasiswa dengan ukuran minus di atas 1,00 dioptri—bahkan mencapai 4,00 dioptri. Sementara itu, beberapa peserta di perkantoran dan fasilitas kesehatan tercatat memiliki tekanan bola mata di atas 20 mmHg dan disarankan untuk menjalani evaluasi lanjutan oleh dokter spesialis mata.
Pihak RSMU menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan hasil skrining awal dan bukan diagnosis pasti. Kendati demikian, antusiasme tinggi dari masyarakat menjadi sinyal positif akan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan.
Ke depan, RSMU berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mata harus menjadi prioritas sebelum keluhan benar-benar terjadi.

