

Nganjuk (Aksaraindonesia.id) – Upaya melestarikan kekayaan budaya dan kearifan lokal Nusantara menjadi fokus penting dalam kunjungan kerja Anggota DPD/MPR RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, ke Kabupaten Nganjuk. Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menegaskan bahwa keanekaragaman adat istiadat merupakan identitas jati diri bangsa yang harus dirawat agar tidak tergerus zaman.
Pesan tersebut disampaikan Ning Lia saat menghadiri peresmian Purana Tembaga Sejarah Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis di Dusun Curik, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Senin (26/10/2026) malam. Kehadirannya dalam rangkaian acara Njejer Piodalan dan Pasopati Purana ini disambut antusias oleh masyarakat serta sejumlah tokoh setempat.
Acara berlangsung meriah dengan suguhan berbagai kesenian tradisional, seperti Tari Gambyong, Tari Rejang Dewa, hingga pertunjukan Reog. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah Purana Tembaga oleh Guru Mangku Nyoman Cakra dari Gianyar, Bali.
Ketua Umum Solidaritas Kawasan Industri Nganjuk (KING), Raden Aji S. Hartawan, menjelaskan bahwa Purana Tembaga merupakan dokumen sejarah penting berbentuk lempengan tembaga yang memuat asal-usul dan catatan leluhur suatu pura.
Dalam kesempatan yang sama, Raden Aji turut mengapresiasi kehadiran Ning Lia. Ia menilai sosok politisi yang pro-rakyat tersebut sangat dibutuhkan untuk mengangkat potensi daerah-daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, namun belum banyak terekspos oleh publik.
”Sosok figur, tokoh, dan politisi pro rakyat seperti Ning Lia sangat dibutuhkan masyarakat saat ini, khususnya di daerah yang potensi wilayahnya belum terekspos,” ujar Raden Aji, seraya berharap kehadiran tokoh publik dapat memotivasi warga dalam mengembangkan potensi seni dan budaya setempat.
Menanggapi hal tersebut, Ning Lia kembali mengingatkan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Menurutnya, eksistensi kebudayaan asli Nusantara harus terus dipelihara sebagai fondasi moral dan karakter bangsa Indonesia.
”Keanekaragaman kebudayaan dan adat istiadat asli Nusantara harus kita jaga karena merupakan fondasi atau jati diri bangsa. Warisan ini harus tetap terpelihara agar tidak hilang tergerus zaman,” pungkas Ning Lia.

