

Lamongan (Aksaraindonesia.id) – Kreativitas dan dedikasi perajin lokal kembali mendapat sorotan di tingkat nasional. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., S.Sos.I., M.E.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Endang Dzunuraini, pendiri Sanggar Batik Mbah Guru di Kabupaten Lamongan, yang sukses menembus jajaran tiga besar DPD RI Awards 2026 kategori Pelestari Budaya Daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Ning Lia saat mendampingi tim penilai melakukan verifikasi lapangan di sanggar batik tersebut, Jumat (23/10/2026). Hadir pula dalam kunjungan tersebut Anggota DPD RI asal Jatim AA Ahmad Nawardi, Sekretaris Jenderal DPD RI Komjen Pol. Mohammad Iqbal, serta Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.
Cetak 20 Ribu Pembelajar dalam Satu Dekade
Dalam tinjauannya, senator yang akrab disapa Ning Lia ini mengaku terpesona dengan konsistensi Endang yang berhasil mengenalkan seni membatik kepada lebih dari 20 ribu orang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
”Sepuluh tahun dengan lebih dari 20 ribu murid itu waktu yang sangat singkat. Artinya, Mbak Endang memiliki karya yang benar-benar diterima masyarakat,” ujar alumnus Universitas Airlangga tersebut.
Ning Lia menilai, keberhasilan Sanggar Batik Mbah Guru bukan hanya tentang produksi kain, tetapi bagaimana ilmu pengetahuan berkolaborasi dengan kearifan lokal untuk menciptakan gerakan pelestarian budaya, pendidikan, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Inovasi Pewarna Alami dari Limbah Pertanian
Daya tarik lain yang disoroti Ning Lia adalah inovasi sanggar dalam menggunakan pewarna ramah lingkungan. Berbagai bahan dari alam serta limbah pertanian, seperti bunga telang, akar mengkudu, tanaman indigo, hingga sabut kelapa, diolah secara mandiri menjadi pewarna batik berkarakter khas.
Menurut Ning Lia, langkah ini membuktikan bahwa desa memiliki potensi luar biasa untuk melahirkan inovasi global yang berkelanjutan. Ia menegaskan, kehadiran DPD RI Awards 2026 merupakan wujud nyata komitmen lembaga legislatif dalam menjadi katalisator bagi daerah.
”Ada karya-karya luar biasa dari daerah. Di situlah DPD RI hadir sebagai katalisator daerah,” tegas politisi humanis tersebut.
Apresiasi Pimpinan DPD RI dan Pemkab Lamongan
Senada dengan Ning Lia, Sekjen DPD RI Komjen Pol. Mohammad Iqbal mengungkapkan kekagumannya terhadap para pegiat budaya lokal yang digambarkannya bagaikan “lilin-lilin kecil” bagi bangsa. Dari sekitar 1.500 nominator se-Indonesia, Sanggar Batik Mbah Guru berhasil melaju ke babak tiga besar karena kontribusinya yang konsisten tanpa sorotan berlebih.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia berharap sanggar ini mampu keluar sebagai juara utama dan memicu pengembangan sektor pertanian berbasis bahan baku pewarna alami di Lamongan.

