Tumbuhkan Minat Budidaya Anggrek, Dinas Pangan dan pertanian gelar pelatihan budidaya di Desa Dadaprejo

Siska Prestiwati
17 Nov 2025 16:38
3 minutes reading

Batu (Aksaraindonesia.id) – Upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menumbuhkan petani anggrek mulai digencarkan melalui pelatihan budidaya anggrek yang digelar Dinas Pangan dan Pertanian. Pelatihan ini diikuti 40 peserta sebagai langkah awal membangun kembali minat masyarakat pada komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, mengatakan pelatihan dibuat dengan suasana santai agar peserta mudah memahami materi. “Selain untuk silaturahmi, kegiatan ini menambah pengetahuan tentang budidaya anggrek. Selama ini kami hanya mengurusi komoditas pangan, kami sangat ingin ada petani anggrek di Sidoarjo. Masa iya di Sidoarjo tidak bisa lahir petani anggrek?” kata Eni di depan peserta Pelatihan Budidaya Anggrek di Desa Dadaprejo Batu, Senin (17/11/2025).

Serius : Tampak para peserta antusias mempraktikkan tahapan aklimatiasi atau tahap memindahkan bibit ke dalam soft pot sebagai tahap awal budidaya Anggrek. 

Menurut Eni, sebelum masuk produksi, pemerintah perlu menumbuhkan minat masyarakat terlebih dahulu. Ia menyebut pasar anggrek cukup potensial. “Produk anggrek sudah dipatenkan dan bahkan ada pasar hingga keluar negeri. Kami bermitra dengan legislatif dan eksekutif untuk mendorong pengembangannya,” ujarnya.

Pelatihan ini sangat istimewa karena mentor pelatihan ini, langsung diberikan oleh pemilik DD Orchid Nursery, Dedek Setia Santoso, yang aktif melakukan riset pengembangan varietas baru. Eni menyebut masa kejayaan anggrek di Indonesia pernah terjadi pada era Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. “Dulu Indonesia sangat gencar memperkenalkan anggrek sehingga negara lain bebas membudidayakan. Padahal di luar negeri, banyak yang mempersulit orang luar untuk membawa tanaman mereka keluar dari negaranya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Vike Widya Asroni, mengatakan tidak bisa dipungkiri minat masyarakat untuk bertani menurun. Untuk itu, Urban farming menjadi tren karena menawarkan solusi untuk ketahanan pangan, gaya hidup sehat, dan lingkungan hijau di perkotaan.

Anggota Fraksi PKS ini menambahkan tren ini memanfaatkan ruang terbatas seperti atap, halaman, dan bahkan ruang dalam ruangan dengan metode seperti hidroponik dan vertikultur untuk menghasilkan makanan segar secara lokal.
Urban farming perlu diperkuat agar minat bertani yang menurun kembali tumbuh. “Kita motivasi masyarakat agar bisa berkebun di pekarangan atau teras rumah,” ujarnya.

Vike mengaku selama ini tidak terlalu paham dengan Anggrek, setelah mencari info lebih dalam terkait Anggrek, dirinya cukup terkejut karena Bunga Anggrek ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.

“Merawatnya memang susah-susah gampang. Potensinya besar dan ini bisa membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Ia berharap pelatihan di ranah pertanian semakin diperbanyak. “Selama ini pelatihan banyak di dinas UMKM. Sekarang saatnya bergeser ke dinas pertanian. Semoga dari 40 peserta ini ada yang berhasil,” tambahnya.

Vike menegaskan banyak potensi SDM dan SDA lokal yang bisa digarap. “Tinggal bagaimana kita merawatnya dengan ilmu yang kita punya,”pungkasnya.

 

 

 

13-03-2026

5-5-2026