
Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengirimkan Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak ke wilayah kepulauan. Kali ini, tim medis akan bertugas di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, untuk memberikan layanan kesehatan spesialistik dan skrining kesehatan kepada 1.371 warga.
Pelepasan tim dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6/2026) malam.
Program Yankes Bergerak menjadi salah satu upaya Pemprov Jatim dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Emil mengatakan tim kesehatan dijadwalkan berangkat menuju Pulau Sapudi pada 13 Juni 2026. Jadwal tersebut disesuaikan dengan prakiraan cuaca dari BMKG Maritim Tanjung Perak demi memastikan keselamatan seluruh personel selama perjalanan laut.
“Ini memang simbolis, tetapi pemberangkatan biasanya dilakukan malam hari dengan kapal sehingga pagi sudah tiba di Sumenep. Saya sempat bertanya kenapa tidak istirahat dulu, ternyata mereka justru lebih semangat seperti itu,” ujar Emil.
Menurutnya, dedikasi para tenaga kesehatan patut diapresiasi mengingat Pulau Sapudi bukan wilayah yang mudah dijangkau.
“Teman-teman ini luar biasa. Apalagi Pulau Sapudi bukan pulau yang mudah untuk dijangkau dan mereka berkenan mendedikasikan tenaga serta waktunya untuk melayani masyarakat,” katanya.
Tim yang diterjunkan terdiri dari berbagai tenaga medis spesialis, mulai dokter spesialis mata, anestesi, bedah mulut, obstetri dan ginekologi, THT, bedah umum, paru, hingga tenaga perawat, radiografer, farmasi, elektromedis, serta tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sumenep.
Mereka juga mendapat dukungan dari sejumlah rumah sakit rujukan di Jawa Timur, di antaranya RSUD Dr. Soetomo, RSUD Dr. Saiful Anwar, RSUD Mohammad Noer, Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur, serta RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Emil optimistis kehadiran tim kesehatan tersebut akan membawa manfaat besar bagi warga Pulau Sapudi. Selama tiga hari pelaksanaan, para dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap masyarakat yang telah terdata.
“Kalau ada penanganan yang bisa langsung dilakukan di lokasi, maka akan segera dilakukan. Ini yang menjadi nilai penting dari program jemput bola seperti ini,” jelas mantan Bupati Trenggalek tersebut.
Program Yankes Bergerak sendiri telah dijalankan sejak 2019 dan menyasar berbagai wilayah kepulauan di Jawa Timur yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Bukan hanya di Sapudi, sebelumnya juga di Raas dan sejumlah daerah lain. Kami ingin memastikan masyarakat di manapun berada tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan program ini merupakan strategi pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat yang selama ini terkendala faktor geografis.
Menurut Erwin, pada 2026 program Yankes Bergerak ditargetkan berlangsung tiga kali. Tahap pertama telah dilaksanakan di Pulau Raas pada April lalu, sementara tahap kedua akan berlangsung di Pulau Sapudi pada 13-16 Juni 2026. Adapun tahap ketiga direncanakan digelar di Pulau Kangean pada Oktober mendatang.
Ia menjelaskan layanan yang diberikan mencakup upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, mulai pelayanan dokter spesialis, tindakan medis, skrining kesehatan, hingga edukasi kesehatan.
“Sebanyak 1.371 warga menjadi sasaran pelayanan kesehatan. Layanannya meliputi penanganan tuberkulosis, kesehatan ibu dan anak, kesehatan jiwa, pemeriksaan mata, bedah umum, pengendalian stunting, deteksi gangguan pendengaran bayi, pemeriksaan kusta, pemeriksaan kesehatan gratis hingga layanan telemedicine,” pungkasnya.