BNN Sidoarjo Wanti-wanti Modus Baru Narkoba, Vape hingga Jalur Pesisir Disorot

Siska Prestiwati
23 Jul 2026 10:22
3 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id)  – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman peredaran narkotika yang terus berkembang. Modus baru, termasuk penyalahgunaan melalui rokok elektrik (vape), hingga potensi penyelundupan lewat kawasan pesisir dan Bandara Juanda menjadi perhatian serius.

Peringatan itu disampaikan Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kantor BNN Kabupaten Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Gatot mengatakan pelaku peredaran narkotika akan terus mencari celah dengan menciptakan modus operandi baru. Karena itu, sinergi seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan penyalahgunaan narkotika.

“Para pelaku akan selalu mencari pasar baru dan menciptakan modus operandi baru. Karena itu, kita tidak boleh lengah dan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Menurut Gatot, ancaman narkotika juga menyasar kalangan pelajar. Untuk mencegah hal tersebut, BNN Sidoarjo telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah melalui program sosialisasi sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kami sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan sekolah-sekolah dan memberikan sosialisasi langsung saat MPLS agar peserta didik sejak dini memahami bahaya narkotika,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil survei prevalensi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menunjukkan angka penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional. Namun, kondisi itu tidak boleh membuat masyarakat merasa aman.

“Angkanya memang masih relatif kecil dibandingkan nasional. Tetapi bukan berarti kita merasa aman. Ancaman narkotika selalu ada, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

BNN juga memberi perhatian khusus terhadap wilayah perbatasan dan kawasan pesisir yang dinilai memiliki potensi menjadi jalur masuk peredaran narkotika.

“Secara geografis, Sidoarjo memiliki wilayah perairan dan juga Bandara Internasional Juanda. Beberapa kali ditemukan barang yang diduga narkotika melalui jalur tersebut dan langsung kami tindaklanjuti bersama aparat terkait,” jelasnya.

Selain jalur distribusi, BNN Sidoarjo juga mewaspadai tren penyalahgunaan narkotika melalui vape. Saat ini, pihaknya menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk membatasi penjualan rokok elektrik, terutama di sekitar lingkungan sekolah.

“Saat ini kami menggandeng seluruh stakeholder untuk melakukan pembatasan. Memang regulasinya belum melarang secara penuh, tetapi sudah ada surat edaran dari Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim, dan Pangdam V/Brawijaya sebagai langkah awal pengendalian,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan keberhasilan perang melawan narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari menurunnya jumlah pengguna, khususnya di kalangan anak-anak dan pelajar.

“Kita boleh banyak melakukan penangkapan, tetapi kalau jumlah penggunanya masih tinggi, berarti pekerjaan kita belum selesai. Yang harus kita tekan adalah angka pengguna narkoba, terutama anak-anak kita,” tegas Subandi.

Subandi mengatakan hasil survei prevalensi akan menjadi dasar pemerintah daerah menentukan wilayah prioritas untuk pencegahan. Pemkab Sidoarjo bersama BNN, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa akan memperkuat edukasi dan sosialisasi di daerah yang dinilai rawan.

“Dengan adanya survei ini kita bisa mengetahui daerah mana yang perlu menjadi prioritas. Selanjutnya kita turun bersama memberikan edukasi agar Sidoarjo benar-benar menjadi daerah yang memerangi narkoba,” pungkasnya.

 

 

x
x
WhatsApp whatsapp