Cegah Risiko Abu Vulkanik Anak Krakatau, Legislator Minta Pemkab Sidoarjo Bersiap

Siska Prestiwati
8 Sep 2026 15:24
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pergerakan abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau yang berpeluang mengarah ke Pulau Jawa membuat legislator di Sidoarjo angkat suara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo diminta tak tinggal diam dan segera mematangkan langkah pencegahan.

​Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, menegaskan pentingnya sinergi cepat antara pemerintah daerah dan pihak berwenang guna memantau pola angin di atmosfer.

​”Pemkab Sidoarjo harus bersiap karena arah abu erupsi Gunung Anak Krakatau kita juga tidak tahu. Harus satu koordinasi dengan BMKG dan harus ada antisipasi dari Pemda,” tegas Bangun, Selasa (8/9/2026).

​Siapkan Logistik Medis hingga Dana Darurat

​Menurut Bangun, dinas terkait perlu menggandeng BMKG Juanda demi membaca arah angin beberapa hari ke depan. Apabila gumpalan debu mengarah ke Jawa Timur, pasokan medis harus langsung disiagakan untuk warga.

​Guna menunjang kesiapan tersebut, Pemkab Sidoarjo disarankan tak ragu mencairkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) jika situasi berubah menjadi darurat.

​Beberapa poin penanganan utama yang disorot meliputi:

​Stok Medis: Penyediaan masker dan obat-obatan penyakit saluran pernapasan (ISPA) via Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

​Anggaran Khusus: Pemanfaatan BTT untuk merespons kebutuhan tak terduga secara cepat.

​Sinergi Posko: Koordinasi intensif bersama BMKG Juanda untuk pemantauan real-time.

​Lindungi Kelompok Rentan dan Pengendara

​Anak-anak sekolah—mulai jenjang PAUD hingga SMA—disebut sebagai kelompok paling rawan mengalami iritasi mata serta gangguan pernapasan. Sekolah diimbau memperketat protokol kesehatan jika paparan debu mulai terlihat di fasilitas umum atau pemukiman.

​”Terutama anak-anak sekolah, mulai dari PAUD, TK sampai SMA itu sangat rentan ketika terjadi cuaca buruk atau udara berdebu. Itu akan sangat rentan menyebabkan iritasi mata, kemudian juga gangguan saluran pernapasan,” jelas politikus PAN tersebut.

​Selain perlindungan anak di lingkungan sekolah, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga diimbau meningkatkan kewaspadaan mandiri:

​Pengendara Motor: Wajib menggunakan helm ber-kaca pelindung (visor) tertutup guna menghalau debu masuk ke mata.

​Edukasi Keluarga: Orang tua diminta mematuhi penggunaan masker pada anak dan melarang mereka bermain di luar saat hujan abu.

​Deteksi Mandiri: Memantau endapan debu tipis yang menempel pada kendaraan, teras rumah, atau dedaunan.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia