
Vivi Ambarwati, pemilik Funniest Outdoor, yang baru diwisuda dari Program Studi S1 Akuntansi Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Doc : EndangSurabaya (Aksaraindonesia.id) – Bagi Vivi Ambarwati, wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa kuliah. Di balik toga yang dikenakannya sebagai lulusan Program Studi S1 Akuntansi Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, terdapat perjalanan panjang membangun usaha yang kini mulai berkembang, Minggu (6/9/2026).
Vivi merupakan pemilik Funniest Outdoor, usaha yang bergerak di bidang perlengkapan dan kebutuhan aktivitas luar ruang. Dari usaha yang dirintis dengan modal terbatas, kini Funniest Outdoor telah memiliki store fisik dan mempekerjakan empat orang karyawan.
Ketertarikan Vivi pada dunia usaha mulai tumbuh dari pengalamannya sebagai freelancer sejak 2019. Bekerja secara mandiri membuatnya mengenal bagaimana mencari peluang dan membangun penghasilan sendiri. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal untuk terjun ke dunia bisnis.
Pada 2023, Vivi mulai melihat peluang pada bisnis perlengkapan outdoor. Ia pun memberanikan diri membangun Funniest Outdoor. Langkah awalnya terbilang sederhana. Dengan memanfaatkan fasilitas paylater, ia membeli sejumlah perlengkapan seperti tenda dan carrier untuk mulai menjalankan usahanya.
Namun, perjalanan bisnis tersebut tidak langsung berjalan mulus. Vivi sempat menghentikan aktivitas Funniest Outdoor selama kurang lebih satu tahun. Masa vakum itu justru menjadi bagian dari prosesnya untuk kembali melihat peluang dan mengevaluasi langkah bisnis yang akan diambil.
Semangat untuk kembali muncul ketika Vivi melihat perkembangan Susucen Outdoor. Dari sana, ia kembali terdorong untuk mengembangkan Funniest Outdoor dengan pendekatan yang lebih serius.
Memanfaatkan Pasar Digital
Salah satu langkah yang kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan Funniest Outdoor adalah pemanfaatan kanal digital. Vivi menyadari bahwa calon konsumen kini banyak menemukan produk melalui media sosial.
TikTok menjadi kanal yang paling memberikan dampak bagi pemasaran Funniest Outdoor, sementara Instagram digunakan untuk mendukung komunikasi dan promosi. Kehadiran usaha tersebut di Google Maps juga memudahkan pelanggan menemukan lokasi store.
Bagi Vivi, media digital bukan sekadar sarana mengikuti tren, tetapi menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan produk dan mendatangkan konsumen. Pendekatan tersebut membantu Funniest Outdoor membangun pasar tanpa hanya bergantung pada keberadaan toko fisik.
Strategi itu perlahan menunjukkan hasil. Memasuki 2026, Funniest Outdoor mulai memasuki fase perkembangan baru. Usaha yang sebelumnya dirintis secara sederhana tersebut kini telah memiliki store fisik, meskipun masih berstatus sewa.
Lebih dari itu, bisnis tersebut telah berkembang hingga mampu mempekerjakan empat orang. Artinya, usaha yang awalnya menjadi jalan bagi Vivi untuk membangun kemandirian kini juga memberikan kesempatan kerja bagi orang lain.
Ilmu Akuntansi Bertemu Dunia Usaha
Perjalanan bisnis tersebut berjalan bersamaan dengan pendidikan Vivi di UNITOMO. Di tengah kesibukannya mengelola usaha, ia tetap menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi.
Skripsi yang dikerjakannya mengambil tema perpajakan dengan judul Peran Relawan Pajak sebagai Wujud Partisipasi Pemuda dalam Meningkatkan Penerimaan Negara.
Kajian tersebut merupakan bagian dari aktivitas akademiknya sebagai mahasiswa akuntansi. Vivi tidak bekerja sebagai pegawai pajak maupun karyawan di institusi perpajakan.
Ilmu yang diperoleh selama kuliah tetap memiliki keterkaitan dengan aktivitasnya sebagai pengusaha. Pengetahuan mengenai akuntansi memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, serta tanggung jawab dalam menjalankan usaha.
Di sisi lain, pengalaman mengelola Funniest Outdoor membuat pengetahuan tersebut tidak berhenti sebagai teori. Ia berhadapan langsung dengan berbagai persoalan bisnis, mulai dari memilih produk, menghitung peluang, memasarkan barang, mengelola keuangan hingga mengatur karyawan.
Dari Freelancer Menjadi Pemberi Kerja
Perjalanan Vivi menunjukkan bahwa jalan menjadi entrepreneur tidak selalu berjalan lurus. Ada proses panjang sejak menjadi freelancer pada 2019, mulai merintis usaha pada 2023, mengalami masa vakum, kemudian kembali membangun bisnis hingga berkembang seperti sekarang.
Keputusan untuk memulai kembali menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Funniest Outdoor. Dari usaha yang awalnya dijalankan dengan modal terbatas, kini bisnis tersebut telah memiliki toko dan empat karyawan.
Bagi Vivi, perkembangan itu menjadi bukti bahwa keberanian memulai dan kemauan untuk bangkit setelah mengalami kegagalan atau hambatan sama pentingnya dengan modal dalam membangun usaha.
Wisuda UNITOMO Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pun menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut. Ia tidak hanya menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi, tetapi juga membawa pengalaman sebagai pelaku usaha.
Dari seorang freelancer, Vivi berkembang menjadi entrepreneur yang tidak hanya membangun usaha untuk dirinya sendiri, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Bagi dirinya, gelar sarjana bukanlah garis akhir. Pengalaman akademik dan bisnis yang telah dijalani menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan Funniest Outdoor dan membuka peluang yang lebih besar di masa mendatang.

