
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Setelah sempat kosong, akhirnya Dewan Pendidikan dilantik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi mengukuhkan kepengurusan baru Dewan Pendidikan periode 2026-2031 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/10/2026). Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Ainur Rahman, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Ridho Prasetyo.
Ketua Dewan Pendidikan Sidoarjo periode 2026-2031, Nanang Wahyono, menyatakan bahwa kepengurusan baru ini siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi mendongkrak mutu pendidikan. Pihaknya berkomitmen untuk mengawal penuh visi dan misi Bupati Sidoarjo di sektor pendidikan.
”Kami akan menjalankan visi dan misi Bapak Bupati Sidoarjo untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Nanang kepada awak media seusai prosesi pengukuhan.
Nanang menegaskan, lembaganya akan fokus menjalankan fungsi pendukung, pemberi masukan, serta pengawasan (controlling) terhadap penyelenggaraan pendidikan. Koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Sidoarjo juga menjadi prioritas utama untuk mendorong kemajuan sektor pendidikan di Kota Delta.
”Sesuai dengan tugas dan fungsi, kami akan selalu memberikan dukungan dan pengawasan (controlling) untuk kemajuan pendidikan. Kami juga akan terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan Sidoarjo,” tegasnya.
Selain mutu pendidikan secara umum, Nanang turut menyoroti polemik pelaksanaan Outing Day Learning (ODL) atau kegiatan pembelajaran di luar kelas. Menurutnya, program tersebut tetap penting sebagai bagian dari metode pembelajaran, asalkan batasan dan aspek keselamatan peserta didik tetap diketatkan.
”Pelaksanaan ODL tetap berjalan karena merupakan bagian dari rangkaian pendidikan yang diterapkan sekolah. Namun, batasan-batasan yang ada harus tetap dipatuhi. Itu semua demi keamanan peserta didik,” jelas Nanang.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Ridho Prasetyo menyambut positif terbentuknya kepengurusan Dewan Pendidikan periode 2026-2031 ini. Ia memastikan jajarannya siap berkolaborasi erat demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkemajuan.

Kepala Dinas Pendidikan, Ridho Prasetya. Dok : Siska P
”Sesuai arahan Pak Sekda dan Pak Bupati, kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Dewan Pendidikan Sidoarjo yang baru demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan maju,” kata Ridho.
Ridho juga menegaskan pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan masukan konstruktif dari Dewan Pendidikan sebagai bahan evaluasi layanan publik. Komunikasi dua arah dan pencarian solusi bersama dinilai krusial agar fasilitas hingga prestasi akademik siswa bisa terpenuhi secara optimal.
”Kami juga akan menerima masukan dan kritik. Kami akan membangun komunikasi untuk mencari solusi terbaik agar fasilitas pendidikan dapat menunjang kebutuhan peserta didik dan siswa memiliki keunggulan akademik,” pungkasnya.

