Iran Krisis: Petinggi Militer Gugur dalam Operasi Epic Fury

Siska Prestiwati
1 Mar 2026 15:21
2 minutes reading

Teheran (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Iran melalui sejumlah media resminya mengonfirmasi tewasnya Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Seyyed Abdolrahim Mousavi, dalam serangan rudal Amerika Serikat dan Israel yang menghantam pertemuan Dewan Pertahanan Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menjadi salah satu gempuran paling signifikan terhadap struktur pertahanan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Pengumuman resmi disampaikan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melalui kanal Telegram mereka pada Minggu (1/3/2026). Dalam rilis tersebut, IRGC menyebut Mousavi gugur bersama sejumlah komandan senior saat rapat strategis berlangsung di sebuah fasilitas militer.

IRGC menyebut para pejabat yang turut tewas antara lain Panglima IRGC Jenderal Mohammad Pakpour, Sekretaris Dewan Pertahanan sekaligus penasihat pemimpin tertinggi Ali Shamkhani, serta Menteri Pertahanan Jenderal Aziz Nasirzadeh. Mereka disebut syahid saat menjalankan tugas negara.

Situasi kian memanas setelah media Iran sebelumnya mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Informasi itu mengemuka setelah mantan Presiden AS Donald Trump menuliskan pernyataan di platform Truth Social, mengklaim operasi gabungan AS–Israel berhasil menargetkan Khamenei dan sejumlah tokoh senior lain.

Trump turut menyebut serangan yang diberi sandi Operasi Epic Fury itu sebagai “kesempatan terbesar” bagi rakyat Iran untuk melakukan perubahan rezim.

Mengutip The Guardian, kantor berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC juga melaporkan anggota keluarga inti Khamenei—termasuk putri, menantu, dan cucu perempuannya—ikut tewas dalam gempuran tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, IRGC menegaskan rakyat Iran akan tetap berada di jalan Imam Khomeini dan berjanji mengungkap daftar lengkap korban tewas lainnya.

Sebagai balasan atas serangan AS–Israel, Iran telah meluncurkan gelombang rudal dan drone ke sejumlah pangkalan AS di kawasan, termasuk Armada Kelima di Bahrain, serta wilayah permukiman di Israel. Namun Komando Pusat AS (Centcom) mengklaim berhasil mencegat ratusan proyektil dan memastikan tidak ada korban jiwa di pihak mereka.

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :