Cuaca Ekstrem Mengintai, Juanda Perkuat Protokol Keselamatan

Siska Prestiwati
15 Jan 2026 13:13
1 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Memasuki awal 2026, potensi cuaca ekstrem menjadi perhatian utama dalam operasional penerbangan. Bandara Internasional Juanda mulai memperketat langkah antisipasi demi menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.

Pihak bandara melakukan koordinasi intens bersama Lanudal Juanda, Otoritas Bandar Udara Wilayah III, AirNav Surabaya, BMKG Juanda, maskapai, hingga layanan ground handling. Koordinasi ini digelar untuk memastikan setiap pergerakan pesawat mengikuti standar keselamatan saat cuaca tidak menentu.

Muhammad Tohir, mengatakan bahwa peningkatan kewaspadaan diperlukan karena dinamika cuaca yang sulit diprediksi di awal tahun.

“Sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca, Bandara Internasional Juanda memperkuat mekanisme mitigasi berupa peningkatan koordinasi real-time dengan BMKG Juanda terkait informasi cuaca ekstrem,” ujar Tohir.

Selain itu, pihak bandara memperketat pemeriksaan berkala terhadap fasilitas terminal maupun area sisi udara. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan seluruh peralatan kritis tetap berfungsi optimal saat terjadi perubahan cuaca mendadak.

Tohir menegaskan bahwa seluruh prosedur operasi standar terkait penanganan cuaca ekstrem diterapkan dengan disiplin. Prosedur ini mencakup penanganan keterlambatan, pembatasan operasi, hingga langkah darurat apabila kondisi cuaca berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

“Seluruh langkah ini berjalan untuk memastikan layanan bandara sesuai dengan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan yang menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

 

13-03-2026

5-5-2026