
Jombang (aksara Indonesia. Id) – Teater Api Indonesia kembali menampilkan karya pertunjukan teater tubuh di Gedung Kesenian Jombang, Minggu (5/9/2025).
Pada hari yang sama, kelompok teater yang lahir di Surabaya 32 tahun lalu ini, akan menggelar 2 kali pertunjukan dengan judul yang sama yaitu Toean Markoen.
Pertunjukan pertama diawali dengan adegan kedatangan 2 orang berkepala anjing yang mengenakan jas. Keduanya membawa karung berisi botol plastik.
Selanjutnya, 2 orang lain masuk dengan pakaian APD lengkap. Mereka juga membawa sekarung besar botol plastik. Adegan ini cukup mengejutkan penonton, dimana botol plastik yang dibawa sebagai bahan berbahaya, sehingga orang yang membawa harus mengenakan APD, lengkap dengan masker anti gas berbahaya, namun di sisi lain plastik itu menjadi benda yang terus dibawa, diakrabi dan terus melekat dengan dirinya.
Tak hanya itu kejutan yang dihadirkan, 3 orang dengan separuh tubuhnya terbungkus karung plastik, seolah para korban peradaban yang berusaha melepaskan diri dari karung plastik namun selalu gagal.
Adegan demi adegan terus bergerak. Sejumlah benda seperti botol palstik, karung plastik, bambu dan seng yang dihadirkan menjadi representasi dari peradaban dan dunia industri yang dihuni manusia saat ini.
“Judul Toean Markoen ini sebenarnya adalah personifikasi atau simbol dari peradaban, dimana makna verbal dari Markoen sendiri adalah makan dengan lahap yang cenderung rakus, atau keserakahan,” ungkap Sutradara Luhur Kayungga.
Di dunia kini, peradaban diciptakan lewat praktik imperialisme kapital. Dalam peradaban inilah, industri diciptakan dan menghasilkan sampah yang akhirnya mengubur manusia, tidak hanya dalam rumah, ruang kerja, sekolah, yang dipenuhi secara fisik tenggelam dalam sampah plastik, namun juga dalam isi kepala manusia.
Selain Luhur Kayungga sebagai sutradara, Pertunjukan Toean Markoen ini dimainkan oleh para aktor M. Soleh, Slamet Gaprak, Dedik Obenk, Naryo Pamenang, Ridho Slenk, Mak Yati, Galuh Tulus Utama, dengan penata artistik El, penata lighting Sandy, dokumentasi Taufiq Sholahuddin dan pimpinan produksi Endang Pergiwati,