Wajah Baru Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, AHY Targetkan Rampung Segera

Siska Prestiwati
24 Jun 2026 16:47
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026) sore. Proyek yang saat ini telah mencapai lebih dari 50 persen tersebut ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam kunjungannya, Menko AHY didampingi Bupati Sidoarjo Subandi, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Dedi Irwansyah, serta Ketua Dewan Yayasan Pengasuh Ponpes Al Khoziny.

Menko AHY mengaku bangga dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar Ponpes Al Khoziny. Ia juga mengapresiasi sambutan yang diberikan pengasuh pondok dan seluruh jajaran pesantren.

AHY saat meninjau pembangunan Ponpes Al Khoziny. Doc : Siska Prestiwati

Sebelum bertemu para santri, Menko AHY meninjau langsung kawasan pembangunan pesantren baru. Di lokasi tersebut sedang dibangun tiga fasilitas utama, yakni asrama santri, masjid, dan gedung pendidikan.

“Asrama yang dibangun nantinya dapat menampung sekitar 830 hingga 850 santri dari tingkat ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga aliyah, termasuk sebagian ustaz,” ujarnya saat konferensi pers usai tinjau tersebut.

Selain itu, masjid berlantai empat yang sedang dibangun diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.200 jamaah. Sementara gedung pendidikan akan dilengkapi sejumlah ruang kelas yang mampu menampung sekitar 30 santri per kelas.

Menurut Menko AHY, seluruh bangunan dirancang dengan memperhatikan standar keselamatan yang ketat. Pembangunan tersebut melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor pelaksana, serta konsultan teknis yang terus melakukan pengawasan.

“Proses pembangunan harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan sesuai standar kelayakan. Tidak boleh ada pekerjaan yang dilakukan secara sembarangan,” tegas Ketua umum DPP Partai Demokrat itu.

Menko AHY menambahkan, pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih aman dan layak. Terlebih, pesantren tersebut pernah mengalami musibah yang menelan puluhan korban jiwa.

“Kita ingin membangun kembali lebih baik dari sebelumnya. Keselamatan harus menjadi prioritas, bukan hanya di Ponpes Al Khoziny, tetapi juga di seluruh pesantren dan sekolah di Indonesia,” tambahnya.

Selain bangunan utama, fasilitas pendukung seperti sanitasi dan penyediaan air bersih juga telah dipersiapkan. Menko AHY berharap lingkungan baru pesantren dapat membuat para santri lebih nyaman dalam belajar, mengaji, dan mengembangkan karakter.

Dalam kesempatan itu, Menko AHY juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengawal program renovasi sekitar 1.400 madrasah diberbagai daerah di Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Setiap madrasah memiliki kondisi yang berbeda, ada yang mengalami kerusakan berat maupun sedang. Semua akan kita perbaiki secara bertahap sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

5-5-2026

Arsip Berita :