Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Langkah kaki Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, terhenti di lorong Rusunawa Pucang, Kecamatan Sidoarjo, Senin (10/8/2026). Siang itu, ia datang tanpa sekat untuk mendengar langsung keluh kesah warga yang menggantungkan hidupnya di hunian bertingkat tersebut.
Didampingi jajaran Dinas P2CKTR dan Forkopimka Sidoarjo, Mimik menyisir Gedung A, B, hingga C. Satu per satu sudut tempat tinggal warga ia perhatikan—mulai dari lantai atas, kebersihan halaman, hingga lampu-lampu lorong yang redup. Dalam obrolan santai bersama warga, raut kecewa sempat terlihat saat ia mendengar realita yang dihadapi ratusan kepala keluarga di sana.
Bagaimana tidak, untuk mengurus tiga gedung setinggi lima lantai yang dihuni oleh 226 keluarga (297 unit), pengelola hanya mengandalkan dua orang tenaga kebersihan. Sampah menumpuk di halaman, atap gedung ada yang bocor, dan penerangan minim membuat warga merasa kurang nyaman.
”Mereka ini setiap bulan rutin bayar sewa. Ada yang sampai Rp 545 ribu per bulan. Tugas kita di pemerintah adalah memastikan hak mereka terpenuhi. Sangat tidak layak kalau tiga gedung sebesar ini cuma diurus dua orang petugas,” tutur Mimik dengan penuh empati.
Mimik mengingatkan bahwa pendapatan sewa dari lima rusunawa di Sidoarjo yang mencapai Rp 7,3 miliar hingga Juni 2026 sejatinya adalah uang warga. Sudah sepatutnya dana tersebut diputar kembali untuk memperbaiki tempat tinggal mereka.
”Uang itu harus dikembalikan dalam bentuk kenyamanan warga. Kita akan usulkan segera perbaikan atap yang bocor, perbaikan penerangan, penambahan petugas kebersihan, dan pemasangan CCTV agar anak-anak dan warga di sini merasa aman,” tegasnya.
Tak hanya soal kondisi gedung, Mimik juga merangkul warga yang mengeluhkan gangguan asap dan bau menyengat dari kawasan sekitar. Ia langsung menjembatani dialog antara perwakilan penghuni dengan pihak PT Sekar Laut Tbk yang lokasinya berdekatan.
Langkah ini diambil bukan untuk saling menunjuk kesalahan, melainkan mencari jalan keluar terbaik agar warga bisa bernapas lega dan tinggal di lingkungan yang sehat.
Bagi Mimik, rusunawa bukan sekadar bangunan beton penampung warga, melainkan tempat tumbuh kembang keluarga yang harus dijaga rasa aman, bersih, dan kemanusiaannya.
Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.