Suli Da’im: Pelayanan Pasien Harus Diutamakan, Antrean Operasi Perlu Solusi

Siska Prestiwati
3 Aug 2026 20:21
3 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Lamanya antrean operasi di RSUD Dr. Soetomo hingga membuat pasien tumor otak harus menunggu bertahun-tahun menuai sorotan. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Dr. H. Suli Da’im meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera turun tangan mencari solusi agar pelayanan kesehatan tidak mengorbankan keselamatan pasien.

Suli mengatakan pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi negara. Karena itu, panjangnya waktu tunggu operasi tidak boleh dianggap sebagai persoalan administratif semata, melainkan harus menjadi perhatian pemerintah.

“Ketika seorang pasien tumor otak harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan tindakan operasi, tentu ada persoalan kapasitas layanan yang harus segera diselesaikan. Ini bukan semata-mata masalah rumah sakit, tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujar Suli, Senin (3/8/2026).

Ia mengapresiasi keterbukaan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Dr. Soetomo, Prof. Ahmad Suryawan, yang telah menjelaskan kondisi antrean operasi bedah saraf dan langkah rumah sakit dalam menangani pasien. Meski demikian, menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa kapasitas layanan kesehatan rujukan di Jawa Timur perlu segera diperkuat.

Menurut Suli, masyarakat dari keluarga kurang mampu umumnya hanya bergantung pada rumah sakit pemerintah. Karena itu, negara harus memastikan keterbatasan ekonomi tidak membuat pasien terlambat memperoleh tindakan medis yang dibutuhkan.

“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat kecil menunggu dalam ketidakpastian. Mereka datang ke rumah sakit pemerintah karena berharap mendapatkan perlindungan negara. Jangan sampai antrean yang terlalu panjang justru menimbulkan persepsi bahwa negara lambat merespons penderitaan rakyat,” katanya.

Politikus itu mendorong Pemprov Jatim mengevaluasi kapasitas layanan kesehatan, mulai dari penambahan ruang operasi, peningkatan jumlah dokter spesialis, pengadaan peralatan medis, hingga optimalisasi jam pelayanan.

Tak hanya itu, ia juga meminta sistem rujukan diperkuat agar layanan bedah saraf tidak hanya bertumpu di RSUD Dr. Soetomo. Menurutnya, rumah sakit lain di Jawa Timur yang memiliki fasilitas dan tenaga medis memadai perlu diberdayakan sehingga beban pelayanan dapat terbagi.

“Kita harus membangun sistem pelayanan yang lebih adaptif. Jika kapasitas di RSUD Dr. Soetomo sudah melampaui kemampuan, pemerintah harus menyiapkan skema rujukan dan pemerataan layanan ke rumah sakit lain yang memenuhi standar. Dengan demikian, waktu tunggu pasien dapat ditekan tanpa mengurangi mutu pelayanan,” jelasnya.

Suli memastikan Komisi E DPRD Jatim akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan rujukan agar persoalan antrean panjang tidak terus berulang.

Ia menegaskan tenaga kesehatan di RSUD Dr. Soetomo telah bekerja maksimal. Namun, menurutnya, ketika jumlah pasien jauh melebihi kapasitas layanan, pemerintah harus hadir melalui kebijakan dan dukungan anggaran.

“Ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya banyaknya pasien yang dilayani, tetapi juga seberapa cepat negara mampu memberikan harapan kepada masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya. Karena itu, pemerintah harus segera mencari jalan terbaik agar antrean panjang tidak menjadi beban baru bagi rakyat yang sedang sakit,” pungkasnya.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia