
Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Vike Widya Asroni (tengah) didampingi Budi dan istri saat melihat langsung proses budidaya ayam petelur dan telur omega hasil dari program Pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sidoarjo. Dok : Siska PSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sidoarjo membuahkan hasil nyata bagi pelaku usaha mikro di wilayahnya. Bantuan ternak yang dikucurkan pemerintah daerah kini berhasil mendongkrak skala produksi usaha lokal hingga melipatgandakan populasi ternak warga.
Keberhasilan ini terlihat langsung saat Anggota DPRD Sidoarjo Dapil Taman-Sukodono, Vike Widya Asroni, meninjau peternakan “Telur Ayam Bahagia Omega 3″ milik Lukman Eko Budianto di Desa Kebongagung, Kecamatan Sukodono, Rabu (23/9/2026) sore.
Usaha yang mulanya dirintis secara terbatas lewat bantuan dinas terkait kini berkembang pesat. Bantuan berupa bibit ayam petelur, fasilitas kandang, hingga pakan mampu dimaksimalkan penerima manfaat hingga produksinya melesat.
”Alhamdulillah, dari program pokir tersebut ayam petelurnya sekarang sudah bertambah. Yang semula 16 ekor, sekarang sudah 70 ekor,” kata Vike di lokasi.
Politikus PKS ini mengapresiasi inovasi pengelola yang tidak sekadar berternak biasa, melainkan merambah ke varian telur omega 3. Menurutnya, kualitas hingga kemasan produk binaan Pokir ini sudah sangat siap mempenetrasi pasar yang lebih luas.
”Packing-nya juga sudah bagus dan layak untuk bersiap bersaing di pasar, terutama di toko retail seperti Alfamart, Indomaret, dan toko-toko besar lainnya di Sidoarjo,” tuturnya.
Melihat keberhasilan tersebut, Vike mendorong adanya program pendampingan lanjutan lintas dinas, seperti pelatihan digital marketing dan desain kemasan bersama Dinas Koperasi. Lintas sektor ini dinilai penting agar produk peternakan desa bisa menembus jejaring ritel modern sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Vike (kanan) sedang memegang telur omega yang sudah layak jual ke pasar modern. Dok : Siska P
Sementara itu, sang pemilik peternakan, Lukman Eko Budianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas suntikan modal awal dari Pokir DPRD Sidoarjo. Kunci keberhasilannya mengembangkan modal awal 16 ekor menjadi 70 ekor terletak pada ketekunan meracik formulasi pakan khusus telur omega 3.
”Alhamdulillah, kemarin saya diberi pokir. Dari situ saya belajar. Awalnya hanya 16 ekor, kemudian banyak tetangga yang pesan. Saya coba membuat telur omega dan ternyata bisa,” ucap pria yang akrab disapa Budi tersebut.
Budi membagikan resep suksesnya kepada sesama penerima manfaat agar tidak terburu-buru mengejar keuntungan instan. Menurutnya, konsistensi memahami karakter ternak adalah kunci utama keberlanjutan usaha.
”Kuncinya pertama harus senang dulu. Jangan mengharapkan uang atau keuntungan dulu. Senang dulu, sambil belajar karakter ayam dan pakannya,” tuturnya.
Budi juga menambahkan dirinya mencoba untuk mengembalikan ayam pada ekosistemnya dengan membuat kandang besar sehingga ayam berkembang secara alami. “Kata dokter hewan yang menjadi tutor saya mengatakan ini konsep ayam bahagia. Ayam bisa hidup seperti seharusnya dan mengurangi tingkat strees pada ayam. Jika ayam bahagia maka produksi telur akan maksimal baik secara kuantitas maupun kualitasnya, ” tandasnya.

