

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Makan kaki lima, aura bintang lima. Siapa sangka, di balik padatnya agenda sebagai Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama menyimpan sisi lain yang super santai. Senator yang satu ini ternyata doyan ‘mudun ngisor’ (turun ke bawah), menyantap kuliner pinggir jalan tanpa canggung.
Bagi Ning Lia, sapaan akrabnya, bersantap bersama, apa pun menunya, adalah sarana menjalin silaturahmi. Makan di kaki lima baginya bukan sekadar urusan perut, melainkan ruang hangat untuk bercengkrama dan mendekatkan diri dengan masyarakat.
”Hidup tidak melulu tentang rapat dan pekerjaan. Ada waktu untuk menikmati makanan, berbagi cerita, dan mensyukuri kebersamaan,” ungkap putri KH Maskur Hasyim ini kepada wartawan.
Ungkapan “suka makan kaki lima, aura bintang lima” pun melekat pada dirinya. Karakter Ning Lia memang beda. Politisi yang dekat dengan Gen Z ini dikenal humoris, doyan berpantun, dan tak ragu duduk lesehan demi mendengarkan aspirasi warga.
Namun, di balik kesederhanaannya, kiprah Ning Lia di panggung kebijakan publik tak bisa diremehkan. Sepanjang tahun 2026, ia bertabur penghargaan bergengsi. Sebut saja KWP Award sebagai Senator Penguat Kebijakan Publik, Tokoh Perempuan Inspiratif, hingga dinobatkan sebagai Senator Idola Gen Z.
Direktur ARCI, Nanang Haromain, menilai gaya bergaul Ning Lia yang membumi adalah nilai tambah yang luar biasa. “Prestasinya boleh tinggi, tapi cara bergaulnya tetap membumi. Ini yang membuat beliau menarik,” ujarnya.
Ning Lia adalah bukti bahwa keanggunan, dalam balutan kebaya dan batik yang khas, tak harus berjarak. Kebijakan publik bisa digarap serius, tapi obrolan hangat di warung tenda pun tetap bisa menyentuh hati rakyat.

