
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pemanfaatan pekarangan rumah dinilai menjadi langkah efektif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dari lingkup terkecil. Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Vike Widya Asroni, mendorong warga Sidoarjo untuk mulai memaksimalkan lahan di sekitar tempat tinggal mereka guna memperkuat kemandirian pangan daerah.
Vike menegaskan bahwa sektor pangan kini tengah menjadi fokus utama pemerintah pusat. Oleh karena itu, sinergi dari tingkat kabupaten hingga ke lingkup desa sangat diperlukan agar kebijakan tersebut berjalan optimal.
”Pemerintah pusat melalui Presiden sudah menjadikan ketahanan pangan sebagai program prioritas. Gerakan ini harus kita galakkan bersama mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” ujar Vike, Kamis (24/9/2026).
Menurut legislator dari PKS ini, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki lahan luas untuk bertani. Pekarangan rumah yang terbatas bisa ditanami kebutuhan sehari-hari, mulai dari sayur-sayuran, rempah-rempah, hingga tanaman obat keluarga (TOGA).
Dukungan Bibit Lewat Program Pokir
Guna menyokong gerakan tersebut, DPRD Sidoarjo menyiapkan alokasi program pokok-pokok pikiran (pokir) yang disalurkan melalui Dinas Pertanian setempat. Bentuk bantuannya mencakup pembagian bibit tanaman produktif kepada warga.
”Kami mengalokasikan program pokir di Dinas Pertanian, seperti penyediaan bibit jambu air hingga tanaman herbal dan rempah. Harapannya, instansi terkait bisa mengoptimalkan anggaran ini agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambah Vike.
Ia juga membagikan contoh keberhasilan warga Sidoarjo bernama Budi yang memanfaatkan pekarangannya secara terpadu. Selain membudidayakan sayuran seperti sawi dan brokoli putih, area rumahnya juga dilengkapi dengan kandang ayam petelur.
”Brokoli putih ini sangat praktis, kaya vitamin, dan gampang diolah untuk konsumsi harian. Model pemanfaatan lahan seperti ini sangat bagus karena menggabungkan tanaman pangan dan peternakan skala rumah tangga,” jelasnya.

