
Anak-anak komunitas Sahabat Istimewa Sidoarjo sebelum ber-fashion show dalam. Acara Festival Bandeng Asap 2026 di Alun-alun Sidoarjo, Minggu (8/11/2026). Dok : Siska PSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Ada yang istimewa di tengah kemeriahan Festival Seni Bandeng Asap tahun ini. Untuk kali pertama, puluhan anak berkebutuhan khusus mendapatkan ruang dan panggung megah untuk unjuk kebolehan di hadapan masyarakat Sidoarjo.
Aksi membanggakan tersebut dipersembahkan oleh anak-anak disabilitas dari Komunitas Sahabat Istimewa Sidoarjo serta para murid dari SLB Harmoni Gedangan. Mereka tampil memukau dalam balutan busana tradisional Jawa melalui peragaan busana (fashion show) pada acara Festival Gandeng Asap yang digelar di Alun-alun Sidoarjo, Minggu (8/11/2026) malam.
Owner Komunitas Sahabat Istimewa Sidoarjo, Widaranti, menjelaskan bahwa komunitas yang diampunya berawal dari rumah terapi bagi anak-anak usia sekolah. Seiring beranjaknya usia para peserta didik yang kini memasuki masa remaja, arah kegiatan pun bertransformasi menjadi pusat pelatihan keterampilan dan vokasi.
”Kami terus mendorong dan mencari kesempatan agar anak-anak bisa tampil dalam event ataupun ikut lomba, ” jelas Widaranti ditemui di Alun-alun.
Widaranti menjelaskan pihaknya kerjasama dengan BPVP untuk pelatihan barista, pelatihan housekeeping, ada juga penanaman benih. Bahkan tiap Sabtu juga ada latihan beladiri di alun-alun.
“Hampir 40-an lebih anak yang tergabung dengan berbagai jenis kekhususan, seperti tunanetra, tunagrahita, Down syndrome, hingga autis,” Sebutnya Widaranti.
Dalam perhelatan pada Festival Bandeng Asap ini, sekitar 21 anak yang terbagi dalam dua kelompok fashion show bertema budaya Jawa, kelompok pertama dari Komunitas Sahabat Istimewa Sidoarjo dan SLB Harmoni Gedangan. Selain peragaan busana, anak-anak istimewa ini juga turut ambil bagian dalam sesi kirab budaya bersama para pengisi acara lainnya.
Apresiasi dari Sekolah: Ruang Publik Bangkitkan Antusiasme Siswa
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SLB Harmoni Gedangan Sidoarjo, Rita Indrawati, S.Pd., menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas pelibatan anak didiknya dalam event publik berskala besar ini. Menurutnya, ini adalah pengalaman pertama bagi anak-anak didiknya tampil di panggung terbuka festival budaya.

(Kanan) Kepala Sekolah SLB Harmoni Gedangan Sidoarjo, Rita Indrawati bersama para siswa sebelum unjuk kebolehan fashion show pada Festival bandeng asap 2026 di Alun-alun Sidoarjo, Minggu (8/11/2026) malam. Dok : Siska P
”Ketika belajar di sekolah terkadang mereka agak malas, tapi tadi tidak. Anak-anak itu sangat ceria, gembira, dan sangat antusias menerima arahan panitia. Disuruh berjalan seperti ini, mereka sangat bisa mengikuti,” ungkap Rita dengan nada haru.
Rita menilai, anak-anak berkebutuhan khusus sejatinya sangat membutuhkan ruang dan panggung ekspresi agar potensi mereka terasah secara optimal. Selama ini, pihak sekolah rutin menggelar hari pengembangan bakat setiap hari Jumat, yang telah mengantarkan para siswa menorehkan prestasi hingga kancah internasional dan nasional, seperti juara tata rias kecantikan dan juara tata boga (LKSN).
Melalui momentum Festival Seni Bandeng Asap ini, pihak sekolah berharap sinergi dan pelibatan anak-anak disabilitas dalam event-event publik di Sidoarjo dapat terus berlanjut ke depannya.
”Harapannya ke depan, ketika ada kegiatan-kegiatan event yang lain, mudah-mudahan kita bisa terus bekerja sama dan anak-anak ini diberi kesempatan seperti ini lagi,” pungkasnya.

