Bandara Juanda Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret

Siska Prestiwati
13 Mar 2026 11:53
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) –  Bandara Internasional Juanda resmi membuka Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 di lobby Terminal 1 (T1) dan Terminal 2 (T2), Jumat (13/3). Posko ini disiapkan untuk memantau arus mudik dan balik selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan posko tersebut mulai beroperasi sejak hari ini bersama para petugas yang bertugas di dalamnya.

“Mulai hari ini posko baik di T1 maupun T2 sudah resmi kami buka dan operasionalkan beserta dengan petugasnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, posko ini merupakan agenda wajib dan rutin dilakukan setiap menghadapi libur panjang Lebaran,” ujar Tohir dalam keterangannya.

Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret 2026 (H-8) hingga 30 Maret 2026 (H+8).

Menurut Tohir, keberadaan posko ini diharapkan dapat mengendalikan serta memastikan penyelenggaraan angkutan udara berjalan selamat, aman, nyaman, tertib, lancar dan teratur. Selain itu, posko juga berfungsi sebagai pusat informasi, pengumpulan data, serta area pelayanan bagi penumpang.

Dalam pelaksanaannya, Bandara Juanda bekerja sama dengan Satgaspam TNI AL dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pemangku kepentingan lainnya seperti Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, Lanudal Juanda, Perum LPPNPI, maskapai penerbangan, ground handling, Basarnas, BMKG, serta CIQ.

Tohir menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 50.888 penumpang. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+7 atau 29 Maret 2026 dengan sekitar 51.461 penumpang.

“Untuk prediksi puncak arus mudik penumpang diperkirakan pada H-3 sebanyak 50.888 penumpang. Dan prediksi puncak arus balik penumpang diperkirakan pada H+7 sebanyak 51.461 penumpang,” jelasnya.

Ia juga menyebut jumlah penumpang selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 0,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Menurutnya, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh panjangnya masa libur Lebaran tahun ini yang juga didahului libur Nyepi serta adanya kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah.

“Mengingat libur Lebaran kali ini cukup panjang, kemudian didahului libur Nyepi dan adanya program WFA dari pemerintah, sehingga akan banyak masyarakat memanfaatkan momen ini baik untuk mudik maupun berlibur,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga 9 Maret 2026 tercatat sudah ada pengajuan 136 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode Lebaran. Rinciannya yakni Lion Air sebanyak 24 penerbangan, Super Air Jet 10 penerbangan, AirAsia 26 penerbangan, dan Citilink 76 penerbangan.

Tohir juga mengimbau para calon penumpang agar memperhatikan jadwal penerbangan dan datang lebih awal ke bandara, terutama saat mendekati puncak arus mudik.

“Kami imbau para pengguna jasa yang akan berangkat melalui Bandara Juanda untuk memperhatikan jam keberangkatan dan datang lebih awal demi kenyamanan perjalanan,” pungkasnya.

13-03-2026

5-5-2026