Mata Uang Iran Rontok, Rp1 Juta Jadi 59 Miliar Rial

Efif Yuliati
15 Jan 2026 09:28
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Nilai tukar rial Iran kembali ambles di tengah krisis ekonomi yang makin memburuk. Inflasi yang meroket, cadangan devisa yang menipis, hingga menurunnya kepercayaan publik membuat mata uang Negeri Mullah itu terus terjun bebas.

Mengutip data Refinitiv, pada akhir 2025 nilai tukar dolar AS masih berada di kisaran US$1 setara 45.000 rial. Namun memasuki awal 2026, tepatnya Rabu (14/1/2026), kurs tersebut anjlok menjadi sekitar 1,04 juta rial per dolar AS. Artinya, rial melemah sekitar 2.388 persen hanya dalam waktu kurang dari setahun.

Anjloknya nilai tukar ini menggambarkan rapuhnya stabilitas ekonomi Iran di tengah tekanan inflasi dan krisis kepercayaan terhadap mata uang domestik. Pemerintah Iran pun semakin kesulitan menjaga keseimbangan ekonomi dalam negeri.

Rial juga melemah terhadap rupiah. Pada penutupan 2025, Rp1 setara sekitar 45.215 rial. Namun per 14 Januari 2026, kurs itu merosot menjadi sekitar 59.663 rial per rupiah, melemah sekitar 31,95 persen.

Situasi tersebut menunjukkan pelemahan rial terjadi bukan hanya terhadap mata uang utama dunia, tapi juga terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Secara nominal, kejatuhan rial membuat mata uang asing terlihat sangat bernilai tinggi. Dengan kurs terkini, Rp1 juta setara sekitar 59,6 miliar rial. Jumlah itu melonjak dibandingkan akhir 2025 yang hanya sekitar 45,2 miliar rial.

Namun nilai fantastis tersebut bukan menunjukkan penguatan rupiah, melainkan rontoknya daya beli rakyat Iran. Inflasi tinggi dan lonjakan harga kebutuhan pokok membuat nilai rial di dalam negeri kian tak berharga.

Bagi wisatawan Indonesia, kondisi ini secara teori membuat rupiah tampak “super” kuat di Iran. Tapi gejolak ekonomi dan ketegangan sosial membuat perjalanan ke negara tersebut berisiko.

Secara keseluruhan, anjloknya rial lebih mencerminkan krisis ekonomi mendalam yang menjerat Iran, alih-alih peluang keuntungan riil bagi pendatang asing.

5-5-2026

Arsip Berita :