

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo kini menyentuh Rp 130 ribu per kilogram. Kenaikan harga terjadi setelah stok sapi siap potong menurun usai momentum Idul Adha.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sidoarjo Happy Setianingtyas Astrawati Yunus mengatakan berkurangnya sapi yang tersedia untuk dipotong menjadi salah satu penyebab harga daging sapi mengalami kenaikan.
“Setelah Idul Adha, banyak sapi yang terserap untuk kebutuhan kurban. Akibatnya, sapi yang siap dipotong menjadi lebih terbatas dan ini berpengaruh terhadap harga daging di pasar,” kata Happy kepada Aksaraindonesia.id , Selasa (11/8/2026).
Pemkab Sidoarjo telah melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional untuk melihat perkembangan harga sekaligus memastikan kondisi pasokan. Dari hasil pemantauan, kebutuhan daging sapi di masyarakat masih cukup tinggi.
Daging sapi masih banyak dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga kebutuhan warung makan dan acara masyarakat.
Menurut Happy, harga belum bisa segera ditekan karena persoalan utamanya berada pada ketersediaan sapi siap potong. Pemerintah masih menunggu pasokan kembali normal.
“Kalau stok sapi tidak ada, tentu harga akan naik. Sekarang masih menunggu pengadaan dan pasokan kembali,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Happy, tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memantau ketersediaan daging sapi. Namun, untuk melakukan intervensi harga secara langsung saat ini masih belum memungkinkan.
Di tengah mahalnya harga daging sapi, masyarakat disarankan memilih sumber protein lain yang harganya lebih terjangkau. Pilihannya antara lain ayam, ikan, dan telur.
Happy menyebut harga telur justru tengah mengalami penurunan. Kondisi tersebut bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.
“Kalau untuk daging sapi, intervensinya belum bisa karena masih proses. Masyarakat bisa bergeser ke ikan, ayam, atau telur. Sekarang harga telur justru sedang turun,” jelasnya.
Pasokan Sapi Belum Normal
Happy menegaskan kenaikan harga daging sapi bukan hanya terjadi di Sidoarjo. Daerah lain juga menghadapi persoalan serupa setelah banyak sapi digunakan untuk kebutuhan kurban saat Idul Adha.
Namun, tingginya konsumsi daging sapi di Sidoarjo membuat perubahan harga komoditas tersebut cukup terasa.
“Ini sebenarnya bukan hanya persoalan Sidoarjo. Daerah lain juga sama. Tetapi kebutuhan daging di Sidoarjo mungkin lebih tinggi sehingga persoalannya lebih mendapat perhatian,” pungkas Happy.

