

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah rumah sakit usai diduga mengalami keracunan kit makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para santri mendadak mengeluhkan pusing, mual hebat, hingga kondisi tubuh lemas usai mengonsumsi santap siang, Selasa (1/9/2026).
Lalu-lalang puluhan ambulans memecah keheningan di sekitar area pesantren dan komplek persekolahan Al Islamiyah Putat untuk mengevakuasi korban secara bertahap. Hingga Selasa malam pukul 21.00 WIB, tercatat 291 santri harus mendapatkan perawatan medis yang tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Seorang wali santri, Siti, menceritakan bahwa anaknya sempat menyantap hidangan berupa telur, ikan, dan tumis buncis pada siang hari. Namun, anaknya menaruh kecurigaan pada cita rasa masakan tersebut.
”Kata anak saya tumis sayurnya terasa kecut. Setelah itu mulai mengeluh pusing dan mual-mual. Sekarang posisi anak saya sudah di rumah sakit, semoga cepat sembuh,” ungkap Siti.
hal senada disampaikan N, warga Kalitengah, yang mendampingi keponakannya. Dari dua keponakannya yang nyantri di tempat tersebut, satu di antaranya yang duduk di kelas X terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat gejala keracunan.
Pihak Ponpes Pastikan Penanganan Maksimal dan Tepis Isu Liar
Pengasuh Ponpes Manba’ul Hikam, Gus Bahron Nafi, menyatakan bahwa sebagian santri yang hanya mengalami gejala pusing ringan sudah diizinkan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.
”Ada yang sudah keluar rumah sakit dan minta izin pulang ke rumah, kami izinkan. Sebagian lagi memilih tetap di pondok karena kondisinya sudah membaik. Bagi yang masih butuh perawatan intensif di rumah sakit, alhamdulillah ditangani dengan sangat baik,” terang Gus Nafi.
Gus Nafi menegaskan dan membantah keras desas-desus mengenai adanya korban jiwa dalam insiden ini. Ia juga menepis tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari olahan dapur internal pesantren.
”Saya pastikan itu sepenuhnya hoaks,” tegasnya.
Pihak pengasuh mengimbau seluruh orang tua santri dan publik agar tidak terpancing oleh kabar burung yang beredar di media sosial. Wali murid diminta tetap tenang seraya menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
Berdasarkan data penanganan medis per pukul 21.00 WIB, sebaran 291 santri yang dirawat meliputi:
RSUD Notopuro: 186 santri
RS Siti Hajar: 52 santri
RS Siti Fatimah Tulangan: 21 santri
RS Delta Surya: 13 santri
RS Pusura: 13 santri
RS Pusdik Bhayangkara Porong: 5 santri
RS Arafah Sukodono: 1 santri
Hingga berita ini diturunkan data masih berkembang dan belum final.

