Cerita Panji Tunanetra Asal Kediri Panen Rezeki di Arena Muktamar NU

Siska Prestiwati
1 Sep 2026 16:08
2 minutes reading

Jombang (Aksaraindonesia.id) – Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa berkah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai penjuru tanah air memacu perputaran ekonomi lokal, mulai dari UMKM kuliner hingga penyedia jasa pijat tunanetra.

​Anggota DPD RI asal Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua PW Fatayat NU, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia), mengaku terharu melihat geliat ekonomi warga yang tak kunjung padam bahkan hingga dini hari.

​”Yang membuat saya terharu, muktamar ini ternyata bukan hanya menjadi ruang silaturahmi dan musyawarah bagi warga Nahdliyin. Di luar arena, ada masyarakat yang ikut merasakan berkahnya. Ada yang berdagang, membuka jasa, bahkan teman-teman penyandang disabilitas juga mampu menangkap peluang ekonomi ini,” ujar Ning Lia, Senin (1/9/2026).

​Keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini menilai, Muktamar NU menghadirkan multiplier effect yang nyata. Seluruh lini usaha bergerak melayani kebutuhan para peserta muktamar.

Pijat Tunanetra 24 Jam Bawa Pulang Belasan Juta

​Salah satu cerita yang menyedot perhatian Ning Lia adalah kisah Panji Perdana, seorang penyandang tunanetra asal Kediri. Bersama empat rekannya, Panji memboyong keterampilan pijatnya ke kawasan Tambakberas. Hanya beralaskan tikar sederhana, mereka membuka layanan pijat 24 jam nonstop bagi para muktamirin yang kelelahan.

​Dalam sehari, Panji mampu melayani belasan pelanggan. Usahanya berbuah manis; selama arena muktamar berlangsung, ia dan timnya berhasil mengantongi pendapatan hingga belasan juta rupiah.

​”Ini luar biasa. Saya melihat sendiri bahwa keterbatasan bukan berarti tidak bisa berkarya. Panji dan teman-temannya datang, bekerja, melayani orang dengan keterampilan yang mereka miliki, lalu mendapatkan rezeki. Ini contoh nyata bahwa berkah muktamar bisa dirasakan siapa saja yang mau mengambil peluang,” tutur Ning Lia.

Omzet Warung Makan Melonjak Seratus Persen

​Dampak manis juga dirasakan pemilik Warung Lele Legend di Gang IV Pesantren Bahrul Ulum, Ahmad Syafi’i. Omzet harian warungnya melambung lebih dari 100 persen dibanding hari biasa yang rata-rata berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

​”Ini berkah Muktamar. Alhamdulillah, pendapatan warung naik lebih dari 100 persen,” ungkap Syafi’i.

​Pertumbuhan ekonomi warga ini kian terfasilitasi dengan tersedianya 1.300 tenant dalam UMKM Expo dan Bazar Muktamar yang disediakan panitia. Ning Lia berharap jejaring usaha yang terbentuk selama muktamar terus berlanjut demi kesejahteraan warga sekitar.

​”Yang penting bagaimana momentum seperti ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut tumbuh. Semoga berkah Muktamar tidak berhenti ketika acara selesai,” pungkas Ning Lia

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia