

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo tak ingin perpustakaan sekolah hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Lewat kerja sama dengan sekolah, perpustakaan didorong menjadi pusat belajar sekaligus ruang pengembangan kreativitas siswa.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dengan 10 sekolah yang telah dilaksanakan pada Senin (10/8/2026) kemarin. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses literasi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan mengatakan kerja sama dengan sekolah merupakan bagian dari strategi memperkuat pembinaan perpustakaan. Selain meningkatkan layanan, program tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca di kalangan peserta didik.
“Perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran, informasi, kreativitas, dan kegiatan literasi bagi warga sekolah,” kata Rudi kepada media Aksaraindonesia.id, Rabu (12/8/2026).
Menurut Rudi, sekolah yang menjalin kerja sama akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Pengelola perpustakaan juga akan didorong meningkatkan kompetensinya agar mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada siswa dan warga sekolah.
Kerja sama itu juga membuka peluang berbagai kegiatan bersama, seperti pelatihan, lomba literasi, promosi membaca, hingga kegiatan edukatif. Masa kerja sama dapat berlangsung selama lima tahun sejak perjanjian ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
Salah satu sekolah yang telah melakukan kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo adalah SDN Jemundo 2 Sidoarjo.
Kepala SDN Jemundo 2 Khristi Rosika Dewi menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidoarjo membuat siswa semakin mudah mendapatkan buku dan sumber informasi yang berkualitas.
“Alhamdulillah hari ini SDN Jemundo 2 secara resmi menandatangani MoU kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidoarjo. Kami sangat bersyukur dan menyambut baik sinergi ini,” ujar Khristi.
Khristi menyebut sekolah akan memperkuat penerapan enam literasi dasar, yakni baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Program tersebut tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga diharapkan melibatkan guru, orang tua dan masyarakat sekitar sekolah.
“Kami ingin bersama-sama menguatkan program 6 Literasi Dasar di kalangan siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar sekolah. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk mencetak generasi Jemundo yang cerdas, berkarakter, dan cinta literasi,” jelasnya.
Rudi menambahkan perpustakaan daerah akan terus mendekatkan layanan literasi kepada sekolah dan masyarakat. Salah satu program yang disiapkan adalah kunjungan literasi yang dapat memanfaatkan fasilitas bioskop literasi untuk membuat kegiatan membaca dan belajar lebih menarik.
“Harapan kami, melalui sinergi ini akan lahir program-program menarik dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidoarjo, utamanya kunjungan literasi yang bisa dinikmati siswa dan warga melalui bioskop literasi. Mari kita gerakkan bersama budaya membaca dari sekolah untuk Sidoarjo yang lebih literat,” pungkasnya.

