Senator RI Ning Lia: Konektivitas Jalan Buka Peluang Madura Jadi Motor Ekonomi Baru Jatim

Siska Prestiwati
26 Jun 2026 08:32
3 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id)  – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, optimistis Pulau Madura bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Jawa Timur seiring percepatan pembangunan infrastruktur jalan daerah. Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia itu, peningkatan konektivitas akan membuka akses ekonomi warga dan mempercepat distribusi hasil produksi masyarakat.

Optimisme itu disampaikan Ning Lia menyusul peresmian pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Sampang, Selasa (23/6/2026). Sampang dinilai memiliki posisi strategis sebagai simpul konektivitas di Pulau Madura.

Wilayah tersebut dilalui koridor jalan nasional Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Sumenep yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi di Madura. Jalur itu menghubungkan pelabuhan, pusat ekonomi, kawasan pendidikan hingga sentra distribusi barang.

Ning Lia mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mempercepat pembangunan infrastruktur jalan daerah, khususnya di wilayah Madura. Menurutnya, jalan yang layak menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi tantangan konektivitas.

“Pengembangan jalan daerah ini sangat strategis, terutama bagi Madura. Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ning Lia.

Keponakan Gubernur Jawa Timur itu menilai kebijakan pembangunan jalan tersebut selaras dengan kebutuhan masyarakat Madura yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan. Dengan konektivitas yang semakin baik, ia meyakini daya saing wilayah Madura juga akan ikut terangkat.
Dengan konektivitas yang semakin baik, Madura bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Ini momentum penting yang harus dimanfaatkan,” kata putri KH Maskur Hasyim itu.

Ning Lia juga berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada tahap peresmian, melainkan terus berlanjut hingga menjangkau desa-desa. Ia menekankan manfaat pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Infrastruktur harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” pungkasnya,
Sebelumnya, dalam sambutannya Presiden Prabowo menegaskan jalan daerah merupakan urat nadi perekonomian rakyat. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang dari desa menuju pasar.

“Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup dan ada konektivitas antara pusat produksi dan permukiman,” tegas Prabowo.

Prabowo juga menekankan komitmen pemerintah agar tidak ada wilayah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur. “Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan pembangunan jalan tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Program itu ditujukan untuk memperkuat rantai pasok nasional dengan menghubungkan wilayah produksi ke pasar secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Menurut Dody, seluruh proyek pembangunan jalan daerah tersebut telah selesai 100 persen dengan pengawasan mutu yang ketat. Presiden juga mengingatkan pemerintah daerah agar menjaga infrastruktur yang telah dibangun dan menggunakan anggaran rakyat

5-5-2026

Arsip Berita :