
Bremen (aksaraindonesia.id) – Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Hamburg, Renata Siagian, didampingi oleh Konsul Kehormatan RI Bremen, Wolfgang Köhne, dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg melakukan serangkaian pertemuan di Bremen, Jerman.
Seluruh pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka, mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Bremen di bidang ekonomi, ketenagakerjaan, energi, dan teknologi.
Dalam pertemuan dengan Wali Kota Bremen, Dr. Andreas Bovensculthe di Balai Kota Bremen, Konjen RI menyampaikan apresiasi atas hubungan historis yang telah terjalin sejak 1959, termasuk peran Bremen sebagai pusat lelang tembakau Indonesia di Eropa.
Wali Kota Bremen menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia merupakan mitra strategis bagi Eropa, khususnya dalam mengimbangi kebijakan ekonomi unilateral Amerika Serikat.
Ia juga menyampaikan ketertarikan untuk memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia sebagai upaya diversifikasi pasar ekspor Bremen, yang menyumbang sekitar 70% dari produk domestik bruto (PDB) wilayah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan potensi Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan dan hilirisasi nikel untuk mendukung ekosistem industri baterai kendaraan listrik.
Sementara itu, pihak Bremen turut menyampaikan potensi unggulan wilayahnya di sektor industri luar angkasa Jerman, serta membuka peluang kerja sama di bidang tersebut. Bremen direncanakan menjadi tuan rumah European Space Agency (ESA) Council dan Space Tech Expo pada bulan November 2025.
Konjen RI menyambut baik inisiatif tersebut, mengingat kebutuhan Indonesia akan infrastruktur komunikasi yang andal, termasuk untuk layanan perbankan.
“Ini peluang yang sangat baik, mengingat kebutuhan Indonesia akan infrastruktur komunikasi yang andal cukup tinggi. Rencana kerja sama ini kami optiis aka mendukung semua layanan komunikasi di berbagai bidang, termasuk untuk layanan perbankan,” ucap Renata Siagian melalui rilis yang diterima Redaksi Aksara Indonesia, Kamis (17/7/2025).
Sementara dalam pertemuan terpisah dengan Industrie und Handelskammer (IHK) Bremen, Renata memaparkan sejumlah agenda promosi ekonomi Indonesia, antara lain penyelenggaraan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) di Berlin pada 3–5 September 2025 yang berfokus pada energi terbarukan, Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta pada Oktober 2025, serta Pasar Hamburg pada 19–21 September 2025 yang akan menampilkan sesi pertemuan bisnis dan pameran produk berkelanjutan.
Diskusi juga menyinggung potensi kerja sama di sektor industri baterai, rantai pasok nikel, teknologi daur ulang, dan luar angkasa. IHK Bremen menyampaikan minat besar terhadap peluang penempatan tenaga kerja Indonesia, khususnya di sektor teknik dan keperawatan, dan membuka diri terhadap sektor lain sesuai kebutuhan anggotanya.
Melalui pertemuan bersama Delegasi Bisnis IHK Bremen, para pelaku usaha Jerman menyampaikan kesan positif atas kunjungan mereka ke Indonesia pada awal bulan Mei yang lalu, terutama terkait perkembangan pesat di kota-kota seperti Jakarta dan Batam, semangat kerja masyarakat, serta keramahan yang mereka rasakan.
Delegasi mengidentifikasi potensi kerja sama di sektor galangan kapal, teknologi hidrolik, pengelolaan sampah, logistik, dan pertanian.
Renata menegaskan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi kolaborasi bisnis lebih lanjut melalui kegiatan seperti IEBF dan TEI, serta dukungan dari ITPC Hamburg sebagai pusat promosi perdagangan Indonesia di Jerman.
“Tentu Indonesia menyambut baik upaya kolaborasi ini, dan kami siap memfasilitasi kolaborasi lebih lanjut melalui IEBF dan TEI, ditambah juga dukungan ITPC Hamburg sebagai pusat promosi perdagangan Indonesia di Jerman,” ungkapnya.
Dari ketiga pertemuan tersebut, Renata mencatat sejumlah isu strategis muncul secara konsisten.
“Bremen dan kalangan usaha Jerman menyampaikan kebutuhan mendesak akan tenaga kerja terampil, terutama di sektor teknik dan keperawatan, serta pentingnya percepatan proses administrasi ketenagakerjaan di sisi Jerman. Selain itu, pelaku usaha menyoroti perlunya informasi yang valid dan terpercaya mengenai mitra bisnis di Indonesia,” papar Renata.
Ia berharap agar perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera dirampungkan pada tahun ini sehingga dapat menjadi pijakan kuat peningkatan hubungan ekonomi kedua pihak.
“Indonesia siap memperkuat kerja sama di berbagai sektor, serta mendorong lebih banyak pengusaha Jerman untuk datang mengunjungi Indonesia dan menjajaki potensi bisnis secara langsung,” ujar wanita berdarah Batak ini.
Seluruh pertemuan ditutup dengan komitmen untuk melanjutkan komunikasi dan menjajaki langkah-langkah penguatan kerja sama di bidang ekonomi, energi terbarukan, teknologi, dan pengembangan tenaga kerja, dalam semangat keberlanjutan, inovasi, dan kemanfaatan bersama. end