
Kulon Progo (Aksaraindonesia.id) – Suasana Ramadan terasa semakin hangat di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo. Senin (2/3/2026), ruang perpustakaan sekolah tampak berbeda. Dindingnya lebih cerah, tata ruangnya lebih ramah anak, dan yang paling mencuri perhatian adalah hadirnya sudut baca baru yang langsung diserbu siswa.
Sudut baca itu merupakan bagian dari program MORA Impact milik MORAZEN Yogyakarta. Program ini lahir dari keprihatinan atas terbatasnya fasilitas literasi di sejumlah sekolah dasar di Temon—keterbatasan yang selama ini membuat anak-anak kurang memiliki kesempatan membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Tak hanya memperbarui tampilan ruang, MORAZEN Yogyakarta juga membawa 90 buku literasi dan edukasi, mulai dari fiksi hingga nonfiksi. Buku-buku itu kini tersusun rapi di Perpustakaan Cakap Karya dan akan digunakan untuk kegiatan literasi harian.
PLT Kepala SD Negeri Temon, Titi Agustinah, tak bisa menyembunyikan rasa harunya.
“Terima kasih MORAZEN Yogyakarta telah memberikan Sudut Baca kepada sekolah kami. Semoga siswa-siswi semakin meningkat literasinya. Kami berharap mereka menjadi anak berprestasi dan terus berkarya,” ujarnya. Ia juga mendoakan agar kebaikan tim MORAZEN dibalas dengan keberkahan.
General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, mengatakan bahwa program ini bukan yang pertama. MORAZEN sudah menghadirkan sudut baca di beberapa sekolah di Kulon Progo.
“Kami akan terus melakukan pengecekan berkala. Ini bagian dari visi kami untuk membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Alhamdulillah SDN Temon menerima inisiatif ini dengan baik,” katanya.
Selain menjadi hadiah Ramadan, program ini juga menjadi wujud komitmen MORAZEN Yogyakarta dalam menghadirkan dampak sosial berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian SDG 4: Quality Education. Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu membuka pintu masa depan lebih cerah bagi anak-anak Temon.