filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo (aksara Indonesia.Id) – Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo sangat memperhatikan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD). Diharapkan adanya penetapan dan pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten dan Pokja PAUD Kabupaten yang dikukuhkan oleh Bupati Sidoarjo serta penetapan dan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan se Kabupaten Sidoarjo bisa mewujudkan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam menciptakan PAUD berkualitas, PAUD ramah anak dengan guru PAUD yang sejahtera.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Tirto Adi, menuturkan bahwa penetapan dan pelantikan ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa Bunda PAUD adalah sosok penggerak utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Kehadiran Bunda PAUD di setiap tingkatan diharapkan dapat memberikan motivasi, inspirasi, beserta dukungan nyata bagi terciptanya pelayanan PAUD Holistik Integratif,” katanya.
Penetapan dan pelantikan ini bertujuan untuk memberikan legalitas serta pengakuan resmi terhadap peran Bunda PAUD Kabupaten, Pokja Bunda PAUD, dan Bunda PAUD Kecamatan. Menguatkan peran dan fungsi Bunda PAUD sebagai penggerak utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini, serta menegaskan komitmen bersama Pemerintah Daerah sebagai mitra daerah, OPD terkait, Mitra PAUD dalam mendukung gerakan nasional PAUD Wajar 1 Tahun, PAUD Prasekolah, dan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.
Disinggung soal kesejahteraan Guru PAUD, Tirto menjelaskan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah ada insentif bagi Guru swasta di antaranya Guru PAUD dan Guru TK dengan besaran Rp 400.000/bulan.
“Kemarin ada usulan kenaikan insentif dari forum komunikasi guru swasta (FKGS), dan usulan tersebut langsung saya teruskan ke bupati tanpa saya tawar-tawar lagi. Semoga nanti ada kabar baik dan permohonan kenaikan insentif dari Rp 400 ribu/bulan menjadi Rp 500.000/bulan disetujui,” paparnya.
Selain mendapatkan insentif dari Pemkab Sidoarjo, sambung Tirto, diharapkan dengan adanya Bunda PAUD Desa/kelurahan dan Bunda PAUD Kecamatan harapan Dinas Pendidikan adalah Guru PAUD juga mendapatkan insentif dari mereka.
Tirto mencontohkan PAUD yang ada di desa rata-rata adalah PAUD atau TK Dharma wanita, ada beberapa Ibu kepala desa/kelurahan yang perannya sangat luar biasa , dimana mereka juga memberikan tambahan gaji guru PAUD dan TK.
“Jadi sumber pendapatan Guru PAUD tidak hanya dari sekolahnya saja tetapi juga dari insentif Pemkab Sidoarjo dan insentif dari Bunda PAUD,” imbuhnya.
Tak hanya memperhatikan kualitas PAUD, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan juga mendorong adanya PAUD yang memiliki sarana prasarana yang baik sehingga proses belajar mengajar berjalan nyaman dan menyenangkan.
“Untuk bantuan sarpras bagi sekolah swasta, kami mengalokasikan hibah bansos, untuk tahun 2025 ini anggaran sebesar Rp 190 milliar. Harapan kami setiap anak bisa mendapatkan hak mereka dalam menempuh pendidikan dengan tempat yang nyaman, ” pungkasnya. Sis