Abah Yadi yang memiliki program prioritas perbaikan TPS jika terpilih jadi Kades Tenggulunan. Doc : Siska PrestiwatiSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Calon Kepala Desa Tenggulunan nomor urut 2, H Suyadi atau Abah Yadi, menegaskan bahwa pembenahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menjadi program utama jika dirinya kembali dipercaya memimpin Desa Tenggulunan. Ia menilai kondisi TPS saat ini belum memadai dan berpotensi menimbulkan masalah besar jika tidak segera ditangani.
Abah Yadi kembali maju dalam Pilkades serentak Sidoarjo 2026 yang digelar pada 24 Mei mendatang. Mantan Kades Tenggulunan periode 1990–2011 itu mengaku kembali terjun ke kontestasi karena dorongan kuat dari warga.
Saat ditemui di kediamannya, Selasa (19/5/2026), Abah Yadi mengatakan dirinya sebenarnya tidak berniat kembali menjadi kepala desa. Namun, desakan warga yang terus datang membuatnya luluh.
“Sebetulnya saya merasa sudah tua dan tidak ingin menjadi kepala desa lagi. Tetapi warga setiap hari datang meminta saya maju. Saya mengikuti kata hati mereka agar tidak kecewa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu mempersoalkan jika nantinya tidak terpilih. “Bejo dadi bejo dadi iku urusan mburi. Kalau pun tidak terpilih, saya tidak akan merasa sangat kecewa,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu mempersoalkan jika nantinya tidak terpilih. “Bejo dadi bejo dadi iku urusan mburi. Kalau pun tidak terpilih, saya tidak akan merasa sangat kecewa,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengakui adanya ambisi yang tumbuh karena dorongan warga tersebut. Di masa pensiunnya selama 15 tahun terakhir, Abah Yadi disibukkan dengan pengumpulan limbah kulit setengah jadi dari PT Ecco untuk kemudian disalurkan ke industri rumahan pengolah sepatu, sabuk, sarung tangan, hingga sandal.
Terkait visi dan misi, Abah Yadi menyampaikan bahwa ia akan melanjutkan program kades petahana jika dinilai baik. Program yang kurang efektif akan diperbaiki berdasarkan masukan warga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan warga Desa Tenggulunan yang terdiri dari dua latar belakang suku, Jawa dan Madura. “Ini harus kita jaga agar tidak timbul permasalahan,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan meraih dukungan pemilih pemula dan pendatang yang belum mengenalnya. Menurutnya, segmen ini akan menjadi rebutan dalam Pilkades 2026.
Namun, baginya persoalan TPS tetap menjadi prioritas paling mendesak. “Kalau TPS tidak segera kita benahi, akan jadi masalah besar di kemudian hari. Ini pekerjaan yang harus diutamakan,” tegasnya.