
Surabaya (Aksaraindonesia.id) –Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah usai menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar DPD REI Jawa Timur di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Jumat (6/3). Acara itu juga menghadirkan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar untuk memberikan tausiyah kepada para tamu undangan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran pengurus REI, para pengembang, serta pelaku industri properti di Jawa Timur. Momentum buka puasa bersama itu juga diisi dengan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan.
Khofifah mengatakan, kegiatan buka bersama tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman.
“Buka bersama ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemprov Jatim dan REI Jawa Timur dalam mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman,” ujar Khofifah.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki peran strategis karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para pengembang yang dinilai berperan penting dalam mendukung pembangunan perumahan di Jawa Timur. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sektor ini juga dinilai mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kontribusi para pengembang sangat penting karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak,” katanya.
Khofifah memaparkan, kontribusi pengembang dalam penyediaan rumah bagi MBR di Jawa Timur menunjukkan perkembangan signifikan. Tercatat sebanyak 32.384 unit rumah MBR direncanakan dan telah dibangun pengembang, yang terdiri dari 6.947 unit rumah siap huni, 10.087 unit dalam proses pembangunan, serta 15.350 unit yang direncanakan dibangun pada 2026.
Sementara itu, penyaluran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jawa Timur juga cukup tinggi. Pada periode 2023 hingga 2025 tercatat sebanyak 45.543 unit rumah tersalurkan dengan nilai pembiayaan sekitar Rp 5,3 triliun. Hingga Januari 2026, penyaluran FLPP di Jawa Timur telah mencapai 795 unit.
Di kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada sesama, termasuk kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
“Bulan Ramadhan ini penuh keberkahan. Seyogyanya kita isi dengan kebaikan-kebaikan secara sungguh-sungguh, baik melalui peningkatan ibadah maupun kepedulian terhadap sesama,” ujar Nasaruddin.