
Hong Kong (Aksaraindonesia.id) – Kepanikan menyelimuti kompleks Apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025), ketika kobaran api tiba-tiba melonjak dan melahap blok demi blok hunian bertingkat itu. Dalam hitungan menit, kawasan yang biasanya ramai berubah menjadi kepulan asap pekat dan teriakan minta tolong.
Hingga malam, sisa api yang masih menyala di beberapa sudut bangunan membuat petugas kesulitan menembus area terdampak paling parah. Asap hitam terus keluar dari jendela-jendela yang gosong, sementara aroma hangus menyergap siapa pun yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah penghuni yang panik tak sempat menyelamatkan diri saat api merambat ke koridor apartemen. Otoritas Hong Kong mencatat 44 orang ditemukan meninggal dunia, sementara lebih dari 270 penghuni lain belum dapat dipastikan keberadaannya.

Angka korban diprediksi masih bisa bertambah. Tim penyelamat belum bisa menjangkau sebagian titik yang runtuh atau masih terlalu panas untuk dimasuki. “Kami belum tahu apa yang menunggu di dalam. Banyak area yang belum bisa kami periksa,” ujar salah satu petugas penyelamat kepada media lokal.
Di lapangan, petugas pemadam dan tim SAR terus bergerak menembus lorong-lorong gelap berisi puing dan asap. Mereka memakai masker oksigen, helm, serta kamera termal untuk mendeteksi titik panas dan kemungkinan keberadaan korban. Di beberapa lantai, struktur bangunan tampak melengkung akibat suhu ekstrem, memaksa petugas berjalan sangat pelan dan penuh perhitungan.
Sementara itu, ratusan warga yang selamat berkumpul di sekitar jalanan, sebagian masih mengenakan piyama dan sandal rumah. Ada yang menggenggam tas kecil berisi dokumen, ada pula yang berdiri terpaku tanpa membawa apa pun—menatap hunian mereka yang kini berubah menjadi bangunan hitam penuh jelaga dan kaca pecah.
Bagi mereka, malam itu bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga meninggalkan ketidakpastian tentang nasib keluarga dan tetangga yang hingga kini belum ditemukan.