Menag Bantah Hoaks soal Kasus Kekerasan Seksual: “Sikap Saya Tegas, Tidak Ada Toleransi

Siska Prestiwati
6 May 2026 23:35
2 minutes reading

Jakarta (Aksaraindonesia.id) -Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kembali sikapnya terkait isu kekerasan seksual yang ramai beredar di media sosial. Ia menyebut banyak konten disinformasi dan hoaks sengaja diproduksi untuk menyerangnya.

Menurut Nasaruddin, sikapnya mengenai kekerasan seksual sejak awal tidak berubah: tegas menolak dan tidak memberi ruang toleransi sedikit pun. “Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah membenarkan tindakan yang merendahkan martabat manusia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, sikap itu ia pegang bukan hanya sebagai Menteri Agama, tetapi juga sebagai manusia. “Segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan moralitas harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Nasaruddin juga menyoroti pentingnya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman. Menurutnya, lembaga pendidikan agama seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar dan berkembang.

“Kita ingin lembaga pendidikan agama menjadi contoh masyarakat ideal, tempat yang bebas dari kekerasan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah memperkuat regulasi dan sistem pembinaan terhadap satuan pendidikan keagamaan. Upaya ini termasuk pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas di pondok pesantren untuk mencegah potensi penyimpangan.

“Kami sudah membentuk satuan pembinaan pesantren. Para pimpinan pesantren ikut berkolaborasi dalam pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Menag juga mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang berpotensi memecah belah. Ia mengimbau publik agar tidak ikut menyebarkan hoaks.

“Jadilah pemutus rantai hoaks. Saring dulu sebelum membagikan. Bijak bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian,” tutupnya

13-03-2026

5-5-2026