

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – SMP Al Muslim menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipadukan dengan aksi nyata ROOTS Day 2026 di Aula SMP Al Muslim, Rabu (28/10/2026). Mengusung tema “Youth Leading the Change”, kegiatan ini dirancang khusus untuk mengajak para siswa mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan (bullying).
Acara ini menghadirkan narasumber ahli, yakni Putri Maharani, M.Psi., Psikolog, yang merupakan Psikolog Klinis dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kehadirannya bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada siswa kelas VII, VIII, dan IX mengenai bahaya perundungan serta pentingnya peran generasi muda dalam mencegahnya.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Al Muslim, Ustaz Yogi, menjelaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai penguat komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak. Semangat persatuan tahun 1928, lanjutnya, harus diteruskan dalam bentuk keberanian menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

”Semangat persatuan pemuda tahun 1928 perlu kita lanjutkan melalui keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan. Saya berharap Agen ROOTS dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi siswa lain untuk tidak tinggal diam ketika melihat temannya disakiti,” ujar Ustaz Yogi.
Dibagi Tiga Sesi dan Libatkan Diskusi Interaktif
Rangkaian acara dibagi menjadi tiga sesi terpisah agar penyampaian materi lebih optimal, yakni sesi pertama untuk kelas VIII, sesi kedua untuk kelas VII, dan sesi terakhir untuk kelas IX. Setiap sesi diawali dengan youth talk bersama Putri Maharani yang mengupas tuntas definisi perundungan, bentuk-bentuk perilaku, hingga dampaknya terhadap kesehatan mental korban.
Setelah sesi pemaparan materi, para siswa diajak mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dalam kelompok kecil. Mereka diberikan studi kasus mengenai potensi situasi perundungan di sekolah, lalu berdiskusi untuk mencari solusi dan langkah tepat menyikapinya. Hasil diskusi tersebut kemudian mendapat penguatan langsung dari narasumber.
Ketua Kegiatan, Ustazah Siska, menambahkan bahwa tantangan generasi saat ini adalah bagaimana merawat persatuan di ruang-ruang terdekat, seperti lingkungan pertemanan sekolah.
”Jika dahulu para pemuda berjuang menyatukan bangsa, hari ini siswa dapat meneruskan semangat tersebut dengan membangun persatuan di lingkungan terdekatnya. Keberanian untuk tidak ikut mengejek, mendukung teman yang menjadi korban, dan mencari bantuan merupakan langkah nyata,” tutur Ustazah Siska.
Ditutup Deklarasi Antiperundungan
Sebagai puncak acara, seluruh guru dan siswa melakukan penandatanganan deklarasi antiperundungan bersama. Aksi ini menjadi simbol kuat komitmen warga sekolah dalam menolak segala bentuk perundungan serta menjunjung tinggi rasa saling menghargai.
Psikolog Klinis RSUD Dr. Soetomo, Putri Maharani, M.Psi., mengingatkan para siswa agar senantiasa merangkul perbedaan yang ada di sekolah sebagai sebuah kekuatan.
”Perbedaan adalah hal yang fitrah. Tugas kita adalah menghargai dan menjadikannya sebagai sumber kekuatan, bukan bahan ejekan. Sebagai generasi muda, kita perlu menciptakan lingkungan yang inklusif untuk membangun generasi yang lebih baik,” pesan Putri.
Melalui perhelatan Sumpah Pemuda x ROOTS Day 2026 ini, SMP Al Muslim berharap para siswanya tidak hanya menjadi penerus bangsa yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta berani menjadi bagian dari perubahan positif di sekolah.
Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial
Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya
📱 Hubungi Sekarang

























Typically replies within an hour
I will be back soon