
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Memaknai momentum Hari Sumpah Pemuda, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi PDI Perjuangan, Kusumo Adi Nugroho, mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama pertahanan moral generasi bangsa. Di tengah arus kemajuan teknologi komunikasi dan tingginya tingkat keterpaparan radikalisme di Sidoarjo, orang tua didorong untuk menjadi garda terdepan bagi anak-anak mereka.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo ini menilai, esensi Sumpah Pemuda hari ini harus diterjemahkan dalam bentuk perlindungan nyata di ruang-ruang keluarga, agar anak-anak terhindar dari kenakalan remaja maupun pengaruh paham radikal.
”Orang tua sering kali sibuk berkarier atau mencari yang terbaik di dunia, tetapi lupa tugas keluarga. Kita harus bisa menjadi contoh, tidak hanya di dunia kerja, tetapi juga di dalam keluarga khususnya kepada anak. Anak adalah titipan Tuhan, bagaimana kita sebagai orang tua menjaga anak,” ujar Kusumo, Rabu (28/10/2026) sore.
Kusumo turut menggemakan kembali pesan Bung Karno tentang kedahsyatan potensi generasi muda: “Beri kami 10 pemuda, maka kami akan menguncang dunia.”
Ia berharap, peringatan Sumpah Pemuda ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan momentum bagi masyarakat dan generasi muda untuk menghayati kembali nilai-nilai luhur ikrar kebangsaan. Sebab, ikhtiar dan tindakan yang dilakukan hari ini adalah investasi nyata untuk masa depan bangsa.

