
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Upaya revitalisasi bahasa daerah di Sidoarjo terus digencarkan. Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko menegaskan komitmen legislatif dalam menjaga eksistensi bahasa Jawa melalui penguatan pendidikan dan pelestarian budaya lokal.
Kegiatan sosialisasi revitalisasi bahasa daerah yang digelar Dinas Pendidikan Sidoarjo selama tiga hari, 14–16 April 2026, resmi ditutup Anang di Hotel Luminor, Kamis (16/4). Acara ini diikuti puluhan guru bahasa daerah jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Sidoarjo.
Sebelum penutupan, kegiatan diwarnai penampilan tari kuda lumping oleh pelajar Sidoarjo sebagai simbol kekayaan budaya lokal yang perlu terus dijaga. Momentum ini disebut Anang sebagai pengingat bahwa bahasa dan seni tradisi tak bisa dipisahkan dari jati diri masyarakat Jawa.
Anang menegaskan DPRD memiliki fungsi strategis dalam memastikan program pelestarian bahasa daerah berjalan efektif. “Kami di DPRD tidak hanya mendukung dari sisi anggaran, tetapi juga mengawasi agar program benar-benar terlaksana dan memberi manfaat,” kata Anang dari Fraksi Partai Gerindra.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan yang konsisten menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di sekolah. Menurut Anang, edukasi bagi guru adalah bagian penting untuk memperkuat fondasi pelestarian bahasa.
Lebih lanjut, Anang menekankan bahwa revitalisasi bahasa daerah tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Ia mendorong sekolah dan keluarga menerapkan kebiasaan penggunaan bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari. “Misalnya satu hari dalam seminggu wajib berbahasa Jawa, baik di sekolah maupun saat di rumah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Budaya Disdik Sidoarjo, Sukartini, menggarisbawahi pentingnya penguatan bahasa daerah sebagai pembentuk karakter siswa. Ia menyebut bahasa daerah mengandung nilai sopan santun, kearifan lokal, hingga identitas budaya yang harus diwariskan.
Anang menilai generasi muda perlu dibekali pemahaman bahwa bahasa daerah adalah warisan berharga—mulai dari identitas budaya, warisan leluhur, hingga bagian dari keberagaman bangsa. Karena itu, pelestarian bahasa dinilai sangat penting di tengah derasnya arus globalisasi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, DPRD bersama Disdik berharap kesadaran masyarakat, terutama pelajar, semakin meningkat sehingga bahasa Jawa tetap hidup dan lestari di Kabupaten Sidoarjo.