
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) — Suasana hangat penuh harapan mewarnai audiensi pengurus Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) dengan Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn, Senin (11/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung bersama jajaran pemerintah daerah itu menjadi momentum penting bagi para pelaku seni budaya Sidoarjo untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini mereka pendam.
Hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Yudhi Irianto S.Sos MSi serta Kabid Kebudayaan Dispendik Sidoarjo Hj Sukartini SPd MPd.
Ketua Dekesda, Ribut Wijoto, memaparkan kepada bupati selaku pelindung Dekesda, bahwa Dekesda saat ini menaungi sekitar 100 komunitas seni budaya di Sidoarjo.
Beragam komunitas tersebut bergerak di bidang teater, musik tradisional, seni rupa, tari, sastra hingga budaya lokal yang selama ini aktif berkegiatan dengan fasilitas yang disediakan Pemkab Sidoarjo.
“Audiensi ini adalah pertemuan resmi pertama pengurus Dekesda dengan Bupati Subandi. Karena itu pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan teman-teman seniman di Sidoarjo,” kata Ribut, Selasa (12/5/2026).
Sebagaimana diketahui Dekesda adalah wadah untuk para pegiat seni budaya di Sidoarjo, dengan Pelindung Bupati Sidoarjo dan Ketua DPRD Sidoarjo, serta Pembina dari Kepala Diknas, Kadisporapar, dan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo.
Dalam dialog tersebut, Penasehat Dekesda, Winarto, menyoroti pentingnya keberadaan gedung pertunjukan seni yang representatif.
“Seniman Sidoarjo membutuhkan ruang pertunjukan yang layak agar karya-karya budaya lokal dapat dipentaskan secara maksimal dan mampu menarik minat masyarakat luas,” kata Winarto kepada Bupati Subandi.
Usulan itu mendapat perhatian dari bupati. “Pak Bupati menyebut ada lahan di tengah kota yang memungkinkan untuk pengembangan fasilitas kesenian ke depan,” kata Winarto menirukan pernyataan Bupati Subandi.
Respons tersebut disambut optimistis oleh para pengurus Dekesda yang berharap dukungan pemerintah terhadap ekosistem seni budaya semakin kuat.
Tak hanya soal gedung pertunjukan, perhatian juga diarahkan pada kondisi fasilitas di lingkungan Dekesda yang dinilai membutuhkan pembenahan.
Usai audiensi, pertemuan lanjutan dengan Kabid Kebudayaan Dispendik Sidoarjo Hj Sukartini SPd MPd di ruang kerja.
Iffa Suraiya, penasehat Dekesda menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak agar aktivitas komunitas seni dapat berjalan lebih nyaman.
Menurut Iffa, beberapa fasilitas yang perlu segera diperbaiki meliputi pemasangan AC untuk ruang aula, galeri seni rupa, dan museum seni budaya. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan perbaikan kamar mandi dan fasilitas air bersih, pengadaan pintu museum, pengecatan ulang aula, perbaikan plafon yang jebol, hingga pembenahan akses masuk menuju Dekesda.
“Teman-teman komunitas seni sebenarnya tetap aktif berkegiatan dengan segala keterbatasan. Tetapi kami berharap fasilitas yang ada bisa lebih layak agar aktivitas berkesenian semakin nyaman dan masyarakat juga lebih tertarik datang,” kata Iffa.
Audiensi tersebut menjadi gambaran bahwa dunia seni budaya di Sidoarjo terus hidup lewat semangat para pegiatnya.
Di tengah keterbatasan fasilitas, komunitas-komunitas seni tetap bertahan menjaga ruang kreatif dan warisan budaya daerah.
Harapan para seniman kini tertuju pada dukungan konkret Pemkab Sidoarjo agar Dekesda tidak hanya menjadi tempat berkumpul komunitas, tetapi juga tumbuh menjadi pusat kebudayaan yang membanggakan bagi masyarakat Sidoarjo.
.