Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Pelaksanaan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-23 dengan catatan lancar dan tertib. Hingga 13 Mei 2026 pukul 10.20 WIB, total 30.724 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci, atau setara 70 persen dari total rencana keberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Tahun ini, Embarkasi Surabaya menargetkan pemberangkatan 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing ibadah PIH KBIHU. Seluruhnya terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Secara kumulatif, hingga 11 Mei 2026 terdapat 28.824 jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan dalam 76 kloter. Pada 12 Mei 2026, lima kloter tambahan (SUB 77–SUB 81) kembali diterbangkan dengan total 1.900 orang. Dengan demikian, total 81 kloter kini telah berangkat.
Dari jumlah tersebut, 14.296 jemaah berjenis kelamin laki-laki dan 16.428 perempuan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, memastikan seluruh proses operasional berlangsung sesuai standar pelayanan dan keselamatan.
”
PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh tahapan operasional, mulai dari kedatangan jemaah di asrama, pemeriksaan kesehatan, pengisian manifest, hingga proses keberangkatan menuju Arab Saudi,” ujarnya.
Sepanjang operasional, tercatat 126 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest. Mutasi tersebut meliputi jemaah sakit, jemaah hamil, pendamping sakit, jemaah tunda keberangkatan, kursi kosong, hingga perpindahan nomor urut dan kloter.
Adapun mutasi masuk berjumlah 72 orang, terdiri atas 25 jemaah dari daftar belum berkloter serta 47 jemaah dari kloter lain untuk mengisi seat kosong. Saat ini, masih tersisa 54 kursi kosong.
“Skema pengisian seat kosong terus dioptimalkan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan proses pemberangkatan berjalan efektif tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan,” tambahnya.
Seluruh 81 kloter yang telah berangkat tercatat memiliki On Time Performance (OTP) 100 persen, tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.
PPIH Embarkasi Surabaya juga melaporkan tujuh jemaah wafat, masing-masing enam di Arab Saudi dan satu di embarkasi. Mereka wafat akibat berbagai kondisi medis, mulai dari acute respiratory failure, septic shock, hingga cardiogenic shock.
Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.
Hingga kini, delapan jemaah masih mengalami penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan dan ketentuan Mecca Route. Mereka masih menjalani observasi dan menunggu penempatan kloter selanjutnya.
Pada fase pertama ini, jemaah tertua tercatat berusia 98 tahun bernama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 asal Kabupaten Malang.
Sementara itu, sebanyak 1.140 jemaah dan petugas dari tiga kloter — SUB 84, SUB 85, dan SUB 86 — tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 13 Mei 2026. Mereka berasal dari Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.
PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan jemaah selama seluruh rangkaian operasional haji berlangsung.