
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Suasana SD Al Muslim tampak berbeda selama dua hari pelaksanaan Kids Entrepreneurship Day (KED) dalam rangka Al Muslim Student Fair tahun ajaran 2025/2026. Area sekolah dipenuhi gerai kecil milik siswa yang antusias memperkenalkan sekaligus menjual produk hasil kreasi mereka sendiri.
Kegiatan yang selalu ditunggu para siswa ini memberi ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk berkreasi. Tanpa batasan jenis produk, anak-anak bebas menentukan ide jualan mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga barang kreatif lainnya. Konsep ini dirancang agar siswa mampu membaca peluang, mengenali kebutuhan sekitar, dan berani mengambil keputusan layaknya pelaku usaha.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan beragam peluang bisnis, sekolah menilai bahwa keterampilan komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan keberanian menghadapi tantangan tetap menjadi bekal utama. Karena itu, KED menjadi wadah pembelajaran nyata, bukan sekadar teori.
Selama kegiatan berlangsung, siswa dilatih tampil komunikatif—menjelaskan produk, mempromosikan jualan, hingga berinteraksi dengan pembeli secara santun. Mereka juga belajar mengatur strategi penjualan, berkolaborasi, menghitung modal, menentukan harga, hingga memahami proses transaksi sederhana.
Kepala SD Al Muslim, Ustazah Fatimatuz Zahroh, S.Pd., M.Pd., menyebut KED sebagai proses belajar yang penting bagi siswa di era sekarang.
“Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mencoba, berproses, dan belajar langsung dari pengalaman nyata. Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar tentang jual beli, tetapi juga belajar percaya diri, berkomunikasi, bekerja sama, serta berani melihat peluang di sekitar mereka,” ujarnya.
Wakil Kepala SD Al Muslim bidang kesiswaan, Ustazah Kusnanik Sulandari, S.Pd., menambahkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme luar biasa.
“Anak-anak mampu melakukan hal ini. Mereka bahkan bangga dan semakin semangat ketika diberi kesempatan untuk menunjukkan hasil jualan mereka,” tuturnya.
Kegiatan KED juga selaras dengan visi sekolah dalam membentuk generasi yang membawa manfaat bagi lingkungan. Nilai-nilai seperti keimanan, rasa syukur, kepedulian, kejujuran, tanggung jawab, hingga kemampuan berpikir kritis ditanamkan melalui praktik langsung. Siswa juga didorong untuk terus berinovasi, berani mencoba hal baru, serta memanfaatkan teknologi untuk promosi secara kreatif dan etis.
Melalui Al Muslim Student Fair, sekolah menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga proses membentuk karakter, kreativitas, dan keterampilan hidup. KED menjadi langkah nyata untuk menyiapkan generasi yang mandiri, inovatif, percaya diri, dan mampu membaca peluang usaha di tengah perkembangan zaman.