
Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bakal membuka formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tenaga pendidik pada 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kekosongan besar di sekolah negeri buntut gelombang pensiun guru.
Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni mengungkapkan hampir separuh kebutuhan ASN tahun depan berasal dari sektor pendidikan. “Dari total yang pensiun, sekitar 1.300 di antaranya adalah guru. Penambahan tenaga pendidik tidak bisa ditunda karena pendidikan merupakan layanan dasar,” ujar Yuyun begitu dia akrab disapa di Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam penyusunan formasi ASN 2026 guna menjaga kualitas layanan belajar-mengajar. Untuk itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan strategi penataan tenaga non-ASN, termasuk opsi skema PPPK paruh waktu sebagai alternatif penguatan tenaga pendidik.
Meski kebutuhan guru cukup mendesak, Yuyun memastikan proses rekrutmen tetap berlangsung transparan dan sesuai aturan. “Tidak ada jalur khusus, tidak ada perlakuan istimewa. Semua peserta harus melalui seleksi resmi sesuai ketentuan. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk merumuskan skema yang tepat sebelum diajukan ke Kemenpan RB,” tegasnya.