
Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Kebakaran melanda lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (15/5/2026) pagi. Api yang muncul sekitar pukul 06.20 WIB itu diduga berasal dari ruang farmasi.
Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Surabaya, M Rokhim, membenarkan sumber api berasal dari area tersebut. Ia juga mengungkap dugaan pemicu kebakaran.
“Diduga dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi,” kata Rokhim.
Kebakaran ini memaksa pihak rumah sakit mengevakuasi pasien dari beberapa lantai. Data terbaru RSUD dr Soetomo menyebut 44 pasien berhasil dievakuasi ke sejumlah ruangan lain yang telah disiapkan.
“Hingga saat ini, sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat menuju area pelayanan lain,” ujar Kepala Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD dr Soetomo, dr Martha Kurnia K, dalam keterangan tertulis.
Para pasien dipindahkan ke Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, Ruang Buffer IGD, hingga Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT). Martha memastikan seluruh penanganan medis tetap berjalan sesuai rencana, termasuk perawatan dan program terapi.
Dalam proses evakuasi, dua pasien di ICCU yang tengah dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilator turut dievakuasi ke Ruang Resusitasi (RES) IGD. Satu pasien berhasil distabilkan, sementara satu lainnya meninggal dunia meski upaya stabilisasi telah dilakukan.
Pasien yang meninggal diketahui bernama Sutaji (46), warga Cepu, Blora. Ia merupakan pasien rujukan yang sebelumnya menjalani operasi jantung dan masih dalam kondisi kritis dengan bantuan ventilator serta prosedur hemodialisis.
Berikut data pasien yang dievakuasi:
Lantai 1 (2 pasien)
1.Aji Wicaksono
2. Jumani (65)
Lantai 2 (5 pasien)
Lantai 3 (20 pasien)
Lantai 4 (2 pasien)
Lantai 5 (1 pasien)
Lantai 6 (9 pasien)
Pihak rumah sakit memastikan pelayanan tetap berjalan, sementara investigasi lanjutan terkait penyebab kebakaran masih dilakukan.