Indeks Satu Data Indonesia Jatim 2025 Melonjak, Jadi Peringkat 1 Nasional

Siska Prestiwati
13 Jan 2026 20:47
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat prestasi nasional setelah Indeks Satu Data Indonesia (SDI) 2025 menembus skor 90,13. Nilai ini menjadi yang tertinggi di Indonesia berdasarkan hasil evaluasi SDI 2024 yang ditetapkan Bappenas melalui surat Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital tertanggal 31 Desember 2025.

Capaian tersebut naik signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 76,96. Dengan skor itu, Jatim unggul dari provinsi besar lain seperti DIY, Jateng, dan DKI Jakarta.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut lonjakan indeks ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola data.

“Alhamdulillah, Jawa Timur berhasil meraih peringkat satu nasional Indeks SDI 2025. Ini menunjukkan penguatan tata kelola data kita berjalan konsisten dan menghasilkan dampak nyata,” ujar Khofifah, Selasa (13/01/2026).

Evaluasi SDI dilakukan Bappenas sebagai indikator Prioritas Nasional 7 dalam RPJMN 2025–2029. Penilaian mencakup tiga domain: kebijakan dan kelembagaan, penyelenggaraan SDI, serta kepemimpinan data.

Jatim disebut menunjukkan performa kuat dan merata pada seluruh domain tersebut. Lonjakan skor ke 90,13 menjadi bukti meningkatnya kualitas pengelolaan data di lingkungan Pemprov.

Khofifah menegaskan bahwa SDI merupakan fondasi penting agar setiap kebijakan pembangunan berbasis data.

“Transformasi digital pemerintahan tidak akan optimal tanpa data yang akurat dan terpadu. SDI memastikan kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan budaya kerja berbasis data kini semakin menguat di birokrasi Jatim, mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan, hingga evaluasi program.

Bagi masyarakat, penguatan SDI disebut akan berdampak pada meningkatnya transparansi, akses informasi publik, serta layanan yang lebih responsif.

Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen menjaga capaian tersebut melalui peningkatan kapasitas SDM, penyempurnaan sistem, dan kolaborasi dengan kabupaten/kota.

“Tantangan ke depan adalah memastikan SDI benar-benar menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tutup Khofifah.

13-03-2026

5-5-2026