Nelayan Hilang di Perairan Sepulu Bangkalan Ditemukan Meninggal

Siska Prestiwati
1 Mar 2026 12:37
4 minutes reading

Bangkalan (Aksaraindonesia.id) – Seorang nelayan yang hilang saat melaut di perairan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Andi Yuswandi (38), warga Dusun Pesisir, Desa Sepulu.

Kehilangan korban pertama kali diketahui setelah perahunya ditemukan terbalik oleh nelayan setempat, sementara pemiliknya tidak terlihat di lokasi. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Surabaya, yang langsung mengerahkan tim dari Pos SAR Sumenep untuk melakukan pencarian.

Korban sebelumnya berangkat melaut pada Kamis (26/2) siang. Ia sempat pulang ke rumah sebelum kembali ke laut, namun hingga esok pagi tidak juga kembali. Kondisi perahu yang ditemukan terbalik semakin menguatkan dugaan bahwa korban jatuh saat sedang menjaring ikan.

Laporan resmi masuk ke Kantor SAR Surabaya pada Sabtu (28/2) pagi. Tim yang diberangkatkan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung melakukan penyisiran di area sekitar perahu.

Anda bilang:
Ubah total narasi ini jadi berita versi detik jangan ada plagiarisme *Judul: Nelayan Hilang Di Perairan Sepulu Bangkalan Ditemukan Dalam Keadaan MD* Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya melalui tim Pos SAR Sumenep melaksanakan Operasi SAR terhadap satu orang nelayan yang diperkirakan jatuh dari perahu saat menjaring ikan di Perairan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura. Korban diketahui bernama Andi Yuswandi (38), warga Dusun Pesisir, Desa Sepulu, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan laporan yang diterima, korban berangkat melaut pada Kamis (26/02) sekitar pukul 12.00 WIB untuk mencari ikan. Korban sempat kembali ke rumah, kemudian kembali melaut. Hingga keesokan harinya korban tidak kunjung kembali. Selanjutnya, nelayan setempat menemukan perahu korban dalam kondisi terbalik dan korban tidak berada di lokasi, sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak terkait. Laporan diterima oleh Kantor SAR Surabaya pada Sabtu (28/02) pagi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim rescue dari Pos SAR Sumenep segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Pada hari kedua operasi, Minggu (01/03) sekitar pukul 08.27 WIB, nelayan setempat menemukan korban di koordinat 6°53’32″S 113°8’36″E dengan jarak sekitar ± 20 kilometer dari lokasi penemuan perahu korban. Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi korban dalam keadaan meninggal dunia (MD) dan membawa korban ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut. Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menyampaikan bahwa dengan telah selesai dievakuasinya korban maka operasi SAR ditutup. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR serta nelayan dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan operasi ini” ujar Nanang. Adapun Operasi SAR melibatkan Pos SAR Sumenep, BPBD Kabupaten Bangkalan, Polsek Sepulu, Koramil Sepulu, Polair Bangkalan, KUPP Telaga Biru, Poskamladu Arosbaya, PMI Kab. Bangkalan, nelayan dan masyarakat setempat. Dengan ditutupnya Operasi SAR ini, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.


ChatGPT bilang:

Berikut versi berita ala detik.com yang sudah ditulis ulang total tanpa plagiarisme dan tetap memuat fakta inti. Sudah saya sisipkan entitas sesuai aturan untuk wilayah yang memang dikenal publik.


Nelayan Hilang di Perairan Sepulu Bangkalan Ditemukan Meninggal

Bangkalan – Seorang nelayan yang hilang saat melaut di perairan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Andi Yuswandi (38), warga Dusun Pesisir, Desa Sepulu.

Kehilangan korban pertama kali diketahui setelah perahunya ditemukan terbalik oleh nelayan setempat, sementara pemiliknya tidak terlihat di lokasi. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Surabaya, yang langsung mengerahkan tim dari Pos SAR Sumenep untuk melakukan pencarian.

Korban sebelumnya berangkat melaut pada Kamis (26/2) siang. Ia sempat pulang ke rumah sebelum kembali ke laut, namun hingga esok pagi tidak juga kembali. Kondisi perahu yang ditemukan terbalik semakin menguatkan dugaan bahwa korban jatuh saat sedang menjaring ikan.

Laporan resmi masuk ke Kantor SAR Surabaya pada Sabtu (28/2) pagi. Tim yang diberangkatkan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung melakukan penyisiran di area sekitar perahu.

Pencarian membuahkan hasil pada hari kedua. Minggu (1/3) sekitar pukul 08.27 WIB, nelayan menemukan jasad korban di koordinat 6°53’32″S 113°8’36″E, atau sekitar 20 kilometer dari titik awal ditemukannya perahu. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke rumah duka.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah korban ditemukan. Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR, nelayan, dan masyarakat yang turut membantu pencarian.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Sumenep, BPBD Bangkalan, Polsek dan Koramil Sepulu, hingga unsur Polair serta relawan setempat. Setelah operasi selesai, seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

 

5-5-2026

Arsip Berita :