
Surabaya (Aksaraindonesia.id)- Dengan komitmen pada peningkatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Forum Puspa Gayatri (FPG) menggelar Rapat Evaluasi sekaligus Program Kerja 2025. Dalam rapat yang digelar di ruang rapat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Jalan Jagir Wonokromo 358 Surabaya, para pengurus dan anggota bersama-sama menyusun sejumlah program kegiatan, di antaranya sosialisasi ke beberapa sekolah di Jawa Timur dengan tujuan penurunan jumlah pernikahan anak.
Sosialisasi penurunan jumlah pernikahan anak ini, diprogramkan akan digelar di 4 kota, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Jombang. Program ini dipandang cukup penting, karena kasus pernikahan anak di sejumlah kota di Jawa Timur masih kerap terjadi. Sementara resiko yang menyertai kejadian semacam ini pun cukup fatal, mulai kurangnya persiapan mental dan fisik pengantin di usia anak hingga kurangnya kemampuan finansial untuk menanggung kebutuhan sebuah keluarga.
Selain itu, FPG juga merencanakan untuk melanjutkan program sebelumnya, yaitu program pemberdayaan perempuan dengan berbagai tema yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah setempat serta peningkatan sosialisasi kegiatan melalui media social.
“Sejumlah program tersebut disusun dengan harapan untuk meningkatkan jangkauan sosialisasi, edukasi maupun pelayanan dari FPG dengan melibatkan semua lembaga dari anggota melalui program kerja yang telah ditetapkan,” ungkap Wakil Ketua FPG Provinsi Jawa Timur, Drg. Rochendah Soetarmiati M.Kes., melalui keterangan tertulis, Selasa (22/7/2025) petang.
Wanita yang akrab disapa Endah ini juga mengatakan bahwa program FPG yang disusun juga merupakan kegiatan yang berkesinambungan dalam sinergi dengan program pemerintah.
Harapannya, kegiatan FPG akan menjadi sarana komunikasi, koordinasi maupun saling berbagi informasi, data dan pembelajaran dalam perspektif Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Di samping itu, juga menjadi kekuatan sinergi untuk mendorong upaya penanganan permasalahan perempuan dan anak dan meningkatan kesejahteraan perempuan dan anak, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi, terutama pada perempuan dan anak di wilayah sekitarnya, baik melalui lembaga masyarakat maupun melalui dunia usaha.
Lebih lanjut, Endah menjelaskan program FPG sendiri memiliki target untuk meningkatkan jejaring dan kerja sama di antara berbagai lembaga masyarakat, sekaligus membangun kemitraan antara pemerintah daerah dan lembaga masyarakat untuk mempercepat penyelesaian masalah.
Tak hanya Endah, seluruh pengurus dan anggota yang hadir juga berkomitmen untuk bersama-sama dan bahu membahu dalam melaksanakan program FPG, demi tercapainya tujuan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah Jawa Timur ini. End