
Teheran (Aksaraindonesia.id) – Jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran terus bertambah, kini mencapai 1.045 orang. Jutaan warga berpakaian serba hitam memadati jalan-jalan di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Selasa (3/3/2026), untuk mengikuti pemakaman massal 150 siswa sekolah dasar yang menjadi korban dalam serangan 28 Februari lalu.
Sejak pagi, warga memenuhi rute prosesi pemakaman. Tangis pecah dari para orangtua, kerabat, dan teman-teman yang selamat. Mereka memeluk erat foto anak-anak yang tewas. Di ruang penyimpanan jenazah, petugas memindahkan tubuh para korban satu per satu dari penyimpanan berpendingin ke peti mati yang telah disiapkan.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa total korban tewas telah menembus 1.045 jiwa, mengutip data dari Iranian Foundation of Martyrs and Veterans Affairs. Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran pada hari yang sama merilis data berbeda, menyebut jumlah korban berada di angka 787 orang, terdiri dari warga sipil dan personel militer.
Serangan AS–Israel pada 28 Februari itu menyasar sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Laporan menyebutkan adanya kerusakan besar dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran bahkan mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei turut gugur dalam serangan tersebut.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi di kawasan masih memanas dan menjadi perhatian internasional.