
Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Serangan misil yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran kembali memicu ketegangan global. Salah satu serangan menghantam sebuah sekolah dasar khusus putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, akhir Februari 2026.
Media internasional Al Jazeera melaporkan, total 108 orang tewas dalam serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Misil menghantam Shajareh Tayyebeh Girls’ Elementary School, sekolah dasar putri yang berada di kawasan permukiman Minab.
“Serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, menewaskan 108 orang,” tulis laporan Al Jazeera, dikutip Minggu (1/3/2026).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membagikan foto-foto kondisi bangunan sekolah pasca-serangan. Ia mengecam Israel dan Amerika Serikat karena menyebabkan tewasnya anak-anak yang tidak bersalah.
“Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tegas Araghchi.
Profil Singkat SD Putri Shajareh Tayyebeh
Informasi mengenai sekolah tersebut relatif minim. Shajareh Tayyebeh Girls’ Elementary School merupakan sekolah dasar reguler khusus siswi perempuan berusia 6–12 tahun di wilayah Minab. Selama ini sekolah tersebut tidak menjadi sorotan publik internasional hingga tragedi serangan terjadi.
Sistem pendidikan Iran sendiri sangat terpusat. Dalam sebuah studi yang terbit di platform akademik ProQuest, dijelaskan bahwa kurikulum nasional, buku ajar, hingga jam sekolah ditentukan langsung oleh Kementerian Pendidikan Iran.
Pada 2025, pemerintah Iran bahkan mengubah jadwal nasional sekolah akibat krisis energi. Mengutip laporan IranWire, jam sekolah dimulai pukul 06.00 pagi dan dibagi menjadi dua shift: 06.00–09.30 dan 10.00–13.00. Skema ini juga diterapkan di sekolah Shajareh Tayyebeh.
Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRNA) menyebut serangan terjadi saat shift pagi berlangsung. Saat itu terdapat sekitar 170 siswi yang sedang mengikuti kegiatan belajar.
Dekat Pangkalan Militer IRGC
Lokasi sekolah berada di dekat instalasi militer lokal. BBC melaporkan jaraknya sekitar 600 meter dari pangkalan IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps), yang diduga menjadi alasan sasaran misil diarahkan ke kawasan tersebut.
BBC juga menyebutkan bahwa rangkaian serangan antara Iran dan Israel diperkirakan masih akan berlanjut. Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah meninggal dunia—kabar yang kemudian dikonfirmasi oleh pihak Iran.