Penguatan Capacity Building Berbasis Nilai-Nilai Pancasila di Lembaga Adat Desa Kayu Kebek oleh Tim Dosen PPKn FISIPOL UNESA

Siska Prestiwati
7 Jul 2025 19:33
3 minutes reading

Pasuruan (aksaraindonesia.id) – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Capacity Building Berbasis Nilai-Nilai Pancasila di Lembaga Adat Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.”

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari tokoh agama Islam, tokoh agama Hindu yang tergabung dalam WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), serta tokoh adat setempat. Dengan tujuan untuk memperkuat peran lembaga adat dan tokoh masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai-nilai luhur Pancasila.

“Nilai-nilai Pancasila merupakan fondasi penting dalam membangun tatanan masyarakat yang inklusif, toleran, dan berkeadilan,”Koordinator Tim PkM, Dr. Listyaningsih, M.Pd.,

Turut hadir dalam tim pengabdian sejumlah dosen dan pakar PPKn dari UNESA, antara lain: Prof. Dr. Warsono, M.S, Prof. Dr. Raden Roro Nanik Setyowati, M.Si, Maya Mustika, Kartika Sari, M.IP., Dr. Siti Maizul Habibah, S.Pd., M.A., Beti Indah Sari, M.Pd., dan Dr. Edy Supriyanto, M.S.

Dalam sesi sarasehan dan workshop, para tokoh diberikan pemahaman mendalam tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks kearifan lokal, penguatan dialog antarumat beragama, dan peran lembaga adat dalam memperkuat karakter generasi muda. Para peserta juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah strategis untuk memperkuat fungsi lembaga adat sebagai benteng nilai dan budaya lokal.

Kepala Desa Kayu Kebek Alif Wari Yuda, S.E, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dosen UNESA.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena menguatkan semangat gotong royong dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya.

Prof. Dr. Warsono, M.S, menjelaskan pada dasarnya kepemimpinan di Indonesia adalah kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai pancasila (kepempimpinan pancasila). Dimana, embaga adat desa (LAD) adalah lembaga yang menyelenggara fungsi adat istiadat dan menjadi bagian dari susunan asli Desa yang tumbuh dan berkembang atas prakarsa masyarakat Desa.

“Tugasnya adalah membantu Pemerintah Desa dan sebagai mitra dalam memberdayakan, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat sebagai wujud pengakuan terhadap adat istiadat masyarakat Desa, ” jelasnya.

Sedangkan untuk tujuan LAD, sambung Prof Warsono ada tiga, antara lain yang pertama adalah mendudukan fungsi lembaga adat desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Tujuan yang kedua adalah mendayagunakan lembaga adat desa dalam proses pembangunan desa dan yang ketiga adalah menjamin kelancaran pelayanan penyelenggaraan pemerintahan desa .

“Kepemimpinan LAD harus memiliki nilai spiritual, humanisasi,nasionalis,demokratis dan keadilan sosial, ” paparnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Prodi PPKn FISIPOL UNESA dan perwakilan lembaga adat Desa Kayu Kebek sebagai bentuk komitmen untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan di akar rumput. Sis

13-03-2026

5-5-2026