Dorong Fatayat NU Terjun ke Politik, Ning Lia Kenalkan Filosofi “Perempuan”

Siska Prestiwati
30 Oct 2026 09:47
3 minutes reading

Sumenep (Aksaraindonesia.id) – Kaum hawa diingatkan agar tidak hanya menjadi penonton dalam panggung demokrasi. Mereka didorong untuk berani tampil, memahami kebijakan publik, dan mengambil bagian aktif dalam menentukan arah masa depan bangsa.

​Pesan tersebut ditekankan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, saat memberikan pendidikan politik kepada kader Fatayat NU di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura.

​Senator yang akrab disapa Ning Lia ini hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pendidikan Politik bertema “Menyemai Kesadaran Politik dan Kepemimpinan Perempuan”. Acara yang dihelat oleh PAC Fatayat NU Pragaan ini berlangsung di Auditorium Lantai II Kantor MWCNU Pragaan, Selasa (27/10/2026).

​Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Santri NU Pragaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, yang sekaligus menjadi momentum penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan.

​Menurut Ning Lia, politik bukan sekadar perebutan kursi kekuasaan atau jabatan semata, melainkan instrumen penting untuk mengawal kebijakan agar berpihak pada keseharian masyarakat.

​”Mau tidak mau proses demokrasi akan terus berjalan. Suka tidak suka ada DPD, DPR, dan sebagainya,” ujar politisi alumni Universitas Airlangga tersebut.

​Ia menegaskan, ruang partisipasi bagi perempuan sangatlah terbuka luas. Karenanya, kader Fatayat NU diminta membekali diri dengan literasi politik, kecakapan komunikasi, serta keberanian menyuarakan aspirasi rakyat.

​”Jangan sampai ada ruang-ruang, tapi kita nggak mengambil ruang itu,” tegas Ning Lia memotivasi.

​Kenalkan Filosofi “PEREMPUAN”

​Dalam paparannya, Ning Lia secara khusus mengenalkan filosofi PEREMPUAN sebagai sembilan pilar karakter kepemimpinan ideal yang perlu dimiliki kaum perempuan. Konsep tersebut mencakup:

​Personality (Kepribadian yang baik)

​Empathy (Kepedulian sosial)

​Responsibility (Tanggung jawab)

​Equity (Keadilan)

​Motivation (Kemampuan memberi motivasi)

​Positivity (Pola pikir positif)

​Universal (Sikap inklusif)

​Analytical (Kemampuan berpikir kritis)

​Negotiation (Kecakapan bernegosiasi)

​Selain penguatan karakter, Ning Lia juga menekankan pentingnya menggalang solidaritas antarkader melalui semangat woman support woman. Menurutnya, sesama perempuan harus saling merangkul dan memberi ruang tumbuh bersama.

​Kritis pada Kebijakan dan Cerdas Bermedia Sosial

​Di hadapan para kader Fatayat, Ning Lia turut mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap dinamika regulasi pemerintah. Ia mencontohkan isu kebijakan sektor pendidikan yang menuntut kejelian publik agar tidak memicu ketimpangan bagi lembaga tertentu.

​Kader perempuan diimbau agar terbiasa mendalami substansi sebuah regulasi sebelum melontarkan kritik konstruktif.

​Tak lupa, di era keterbukaan informasi saat ini, Ning Lia mengajak kader Fatayat NU untuk memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan media sosial lainnya sebagai wadah edukasi politik yang kreatif, edukatif, dan mudah dipahami publik, khususnya generasi muda.

​Melalui pembekalan ini, Ning Lia berharap kader Fatayat NU di Sumenep dapat bertransformasi menjadi pemimpin perempuan tangguh yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan pembuat kebijakan

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
Baca Juga
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia