

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus menggenjot program pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keahlian nyata sebelum kembali ke masyarakat. Salah satu program yang diandalkan adalah pelatihan keterampilan cuci kendaraan.
Pelatihan ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu selama menjalani masa pidana, melainkan memberikan pengalaman praktik langsung. Para warga binaan dibiasakan menguasai tahapan kerja mulai dari penyiapan perlengkapan, pembersihan secara teliti, hingga perawatan kendaraan agar kembali bersih prima.
Selain keahlian teknis, program ini juga fokus menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, serta etos kerja yang kuat.
Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan bahwa masa pembinaan di dalam lapas harus menjadi titik balik yang produktif bagi setiap warga binaan.
”Melalui pembinaan kemandirian, kami ingin memberikan bekal yang benar-benar dapat dimanfaatkan setelah warga binaan bebas. Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari dapat menjadi modal untuk bekerja, membuka peluang usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ujar Disri, Jumat (9/10/2026).
Keterampilan cuci kendaraan dipilih karena dinilai memiliki peluang tinggi untuk dikembangkan secara mandiri atau diserap di dunia kerja setelah mereka bebas. Melalui program ini, Lapas Sidoarjo berharap warga binaan dapat keluar dengan kepercayaan diri tinggi, berdaya saing, dan siap menjadi pribadi yang mandiri di tengah masyarakat.

